SUARA PEKANBARU- THR menjadi hal yang banyak dinantikan oleh semua orang dalam momentum Lebaran Idul Fitri.
Biasanya ketika sedang berkumpul, banak saudara dari muda sampai tua yang bagi – bagi dan mendapatkan THR.
Ada hal yang harus diketahui ketika membagikan THR tapi masih memiliki utang.
Buya Yahya memberikan sentilan atas sikap seseorang yang ingin memberikan THR tapu dirinya masih terlilit dengan utang pituang. Utang adalah sebauh perkara yang harus didahulukan.
Apalagi jika utang yang belum dibayar, telah memasuki tempp waktu pembayaran.
"Jika utang sudah jatuh tempo, maka lebih utama membayar utang terlebih dahulu," jelas Buya Yahya seperti dilansir dari YouTube Al Bahjah TV, Minggu (23/4/2023).
Dengan keinginan seseorang untuk bagi-bagi THR namun masih memegang tanggungan utang, tapi dia keukeuh ingin bagi-bagi THR, bisa jadi hanyalah perkara gengsi saja.
"Jangan berbuat baik dengan hawa nafsu, biasanya hanya ingin disanjung saja," jelas Buya.
Terlebih biasanya, orang-orang yang ngebet ingin bagi-bagi THR, adalah orang yang kerja di kota.
Jangan sampai timbul pemikiran ketika pulang kampung, hanya ingin mendapatkan pengakuan dan sanjungan karena dinilai sudah sukses dan membagikan THR untuk para saudara.
Buya Yahya kemudian menegaskan bahwa manusia tak perlu memaksakan kehendak atau keadaan. Jangan sampai jugaa terjadi uang yang dibagikan untuk THR adalah justru berasal dari pinjaman.
"Ada model begitu. Sehingga bagi-bagi padahal duitnya ngutang. Jangan biasa hidup dengan memaksakan semacam itu," ucap Buya Yahya.
Memang memberikan THR kepada suadara masuk dalam sedekah, tapi dalam situasi yang terjadi seperti ini, maka hal tersebut tidak masuk dalam golongan sedekah.
"Jangan mikir sedekah kalau mikir sedekah justru jadi maksiat. Kalau anda sedekah (utang tak dibayar) itu berarti maksiat. Ingin dapat pahala tapi tidak dapat pahala," terang Buya. (*)