"Dalam posisi yang menghamba, membuktikan penghambaannya kepada Allah," kata UAH sapaan Ustadz Adi Hidayat.
"Untuk itulah, ketika seseorang telah menyatakan Allah adalah Tuhan saya. Ashadualla ilaha illallah, maka pembuktian kebertuhanannya dibuktikan lewat ibadah salat," jelas UAH.
Demikian isyaratnya di Alquran surah ke-20 Toha di ayat ke-14 itu. "Sungguh Akulah Allah, kata Allah, yang tidak ada Tuhan selain aku. Maka buktikan kebertuhanan mu kepadaKu dengan menyembahku dan caranya dengan menunaikan salat agar terkoneksi denganku," ucap UAH menjelaskan isi Alquran surah ke-20 Thaha ayat ke-14.
Singkatnya shalat menjadi ibadah pokok. Karena berisi pokok iman yang membuktikan keimanan kita, kebertuhanan kita, kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Karena itulah di Alquran surah kedua Al-baqarah ayat 143, salat juga disebut dengan nama iman.
"Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan salat yang kau tunaikan dengan keimananmu itu."
Untuk itulah sekali lagi, salat disebut sebagai bagian dari ibadah pokok untuk membuktikan keimanan kita dalam setiap pergantian waktu di setiap hari itu.
Salat juga menjadi ibadah yang sangat penting bagi setiap muslim, karena hikmah di balik ibadah salat ini, memberikan dampak langsung kepada perilaku mulia yang menjadi identitas sebagai seorang muslim.
Ini yang diisyaratkan dalam Alquran surah ke-29, misalnya di ayat ke-45.
"Baca, pahami, pelajari, amalkan setiap petunjuk yang diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam," jelas UAH.
"Setelah dipahami itu, amalkan. Di antaranya tunaikan salat dengan cara yang benar," jelas UAH.
Salat yang benar yang ditunaikan sesuai petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu, maka ia akan memberikan dampak pada pelakunya.
Salat akan mengubah pribadi Muslim menjadi lebih baik, membebaskan muslim dari dua sumber keburukan.
Pertama fahsya, keburukan yang bersumber dari syahwat, pornografi LGBT, kata-kata jorok kotor, zina, pelaku salat akan tercegah dari perbuatan pasha.
Kedua adalah mungkar, perbuatan yang diingkari oleh hati yang bersumber dari nafsu perut dan akal.