SUARA PEKANBARU- Banyak yang mengira melakukan puasa pada saat hari kelahiran. Maka dari itu, dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan jika Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan setiap bulan berpuasa tiga kali. Beliau selalu melakukan kegiatan khusus dan umum ketika berpuasa, kemudian diikuti oleh para sahabat.
"Yang khusus misalnya apa, Senin beliau puasa. Awalnya belum menjadi umum. Awalnya masih khusus. Sampai sahabat bertanya,'Ya Rasulullah kenapa engkau puasa pada hari Senin? kata Nabi 'ini hari saya dilahirkan," ungkap ustadz Adi Hidayat, dilansir dari YouTube Audio Dakwah, Minggu (23/4/2023).
Ustadz Adi Hidayat juga mengatakan, alasan kenapa Rasullullah berpuasa pada hari kelahirannya.
"Jadi saya ingin begitu saya terlahir di setiap hari lahir ini keadaan saya baik," terang pria yang akrab disapa UAH.
Sehingga dari puasa tersebut, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan ada dua keistimewaan orang yang melakukan puasa, amal sholeh meningkat dan maksiat bisa dicegah.
Bahkan ustadz Adi hidayat memberikan contoh sebuah hal yang lucu, tentang orang yang diejek sebelum berpuasa. Saat orang itu ditanya oleh rekannya tidak membalas ejekannya. Orang tersebut menjawab bahwa dia akan membalas setelah berbuka puasa, sampai kemudian terlupa akan rencananya.
Para ulama menyatakan kalau hikmah Rasulullah berpuasa pada hari Senin bukanlah puasanya, namun ada introspeksi diri yang terkandung ketika melakukan itu.
Menurut Ustadz Adi Hidayat maksud, dipersilahkan untuk umat Nabi Muhammad SAW ingin mengikuti puasa di hari lahir.
Baca Juga: Apa Hukum Membicarakan Orang Lain Saat Puasa? Buya Yahya Sebut Perilaku Hina Lebih dari Zina
Ada hal yang harus diingat kata Ustadz Adi Hidayat, hikmah puasa pada hari lahir tidak terletak kepada menahan haus dan laparnya, tapi pada ranah introspeksi diri. Mengingat hal apa saja yang sudah dilakukan terkait dengan dosa dan kebaikan, untuk jadi bahan evaluasi diri. (*)