Arwah Anak Kembar yang Ditumbalkan bag-2: Rara dan Riri Hanya Berharap Didoakan Ibunya

Suara Pekanbaru

Jum'at, 05 Mei 2023 | 21:05 WIB
Arwah Anak Kembar yang Ditumbalkan bag-2: Rara dan Riri Hanya Berharap Didoakan Ibunya
Ilustrasi hantu anak. Singkat cerita, besoknya itu aku pulang lebih cepat. Itu sekitar jam 10.30, aku udah sampai di warung makan itu. (pixabay/sw_reg_03)

Cuma masih menurut aku, masih belum bisa dia ungkapkan. Makanya dia pendam sendiri, ya mungkin karena belum ada yang bisa melihat dia. 

Di situ aku komunikasi sendiri. Aku bilang, kalau kamu mau cerita sama aku, nanti aku kasih sesuatu. 

Mungkin sesuatu yang aku kasih ke kamu ini adalah yang kamu cari. Feeling dari hati aku itu adalah mainan yang dia mau ambil dari selokan. 

Dia tuh senyum aja. Dia berdiri. Ketika dia berdiri, badannya itu meneteskan air. Itu basah semuanya. Aku pun di situ udah gemeteran. Aku ngerasa energinya dia ini bener-bener gede banget. 

Walaupun dia makhluk kecil, tapi dia punya energi yang benar-benar masih tersimpan. Mungkin energi ini belum bisa dia ungkapkan. 

Masih besar banget nih energi emosionalnya. Dia di situlah aku berkomunikasi sambil aku menahan nangis. 

Aku nggak tega melihat kondisi badannya yang basah semuanya, terus membiru, dia lebam-lebam, rambut dia itu dikuncir dua. 

Kondisinya tuh udah lepek, rambutnya basah, perutnya agak membesar, dan urat-urat di bagian perutnya itu udah membiru. 

Karena dia pakai baju singlet dan perutnya besar, jadi bajunya agak keangkat. Di situ aku nahan nangis. Aku melihat kondisinya itu benar-benar sedih banget. 

baca juga

Aku bilang besok aku balik lagi ke sini ya. Aku pulang dulu, nanti aku bawain sesuatu buat kamu. 

Aku pulang lah sama Aska. Di jalan itu aku nangis. Nggak tahu rasanya tuh sedih banget. Aku nangis sepanjang jalan. 

Aku itu inget anak aku sendiri jika seandainya ada di seperti posisi itu. Ini tuh dia kenapa. Pasti ada sesuatu sama dia. Ketika aku sampai di rumah, aku mandi. Setelah aku selesai mandi aku niat mau makan tapi nggak jadi. 

Aku bener-bener kepikiran, dan di hati aku tuh udah terasa sakit banget. Kayaknya aku udah nggak bisa untuk makan. 

Aku fokus sama hal itu aja, ketika aku masuk ke dalam kamar aku mau istirahat aku ngelihat kaget banget. 

Aku bener-bener syok banget, ternyata dua sosok anak ini ada di dalam kamar aku. 

Dia posisinya lagi duduk di atas kasur aku, posisinya mirip seperti yang aku lihat tadi di teras warung rumahnya.

Kakinya diguncang-uncang, digoyang-goyang gitu. Tatapannya dia tuh bener-bener sedih banget. 

Aku mendekat dan berjongkok di hadapannya. Aku ngomong sama dia. Di situ Aska masuk. Dia bilang kamu kenapa sih kamu ngomong sendiri. Ngomong sama siapa. Gak ada orang katanya. 

Kamu nanti aja deh aku ceritainnya. Kamu diem dulu aja. Aku bilang kayak gitu kan udah selesai komunikasi. 

Di situ aku nangis banget. Nangis bener-bener nangis. Kalian tau nggak dia cerita dia komunikasi sama aku. 

Awalnya, dia bilang sama aku. Dia bilang makasih ibu udah tolong aku. Terus aku bilang, aku tolong apa. 

Aku belum tolong kamu apa-apa. Kamu nggak usah bilang terima kasih sama aku ya. Mungkin pertemuannya inilah yang bisa kita kenal. 

Akhirnya dia bisa komunikasi. Dia nangis. Di situ aku tanya kondisinya. Kamu kenapa seperti ini. Bajumu basah, badanmu biru bengkak, kamu kecebur ya. 

Aku bilang kayak gitu, dia nangis. Kamu cerita ke aku. Kamu tahu aku nggak mungkin melakukan hal-hal yang sejahat ini. Ada apa sama kamu. 

Dia jawab ibu aku. Salah apa sama ibu aku. Kenapa aku di seperti ini kan. Aku nggak mau. Aku nggak mau kayak gini Bu. 

Aku pengen deket sama Ibu. Pengen disayang sama ibu. Aku gak nakal. Aku nggak jahat. Aku nurut sama Ibu. 

Itulah yang dia bilang ke aku. Di situ aku langsung nangis. Anak sekecil ini butuh perhatian, butuh kasih sayang, sekedar itu aja. 

Dia pengen, tapi dia nggak pernah dapet kasih sayang dari ibunya. Aku pikir dia meninggal dengan cara kekerasan yang diberikan sama orang tuanya. 

Ternyata setelah dia komunikasi seperti itu, dia bilang, aku ini ditumbangkan sama ibuku. Di situlah aku langsung kesel banget. 

Siapa ibumu. Aku tanya ibumu yang tukang dagang itu atau bukan? Dia menganggukkan kepalanya. Dia ngangguk. Ternyata benar. Ibunya dia itu si penjual itu. Di situ aku bener-bener kesel banget. 

Aku langsung secara spontan  teriak, aku nangis karena benar-benar sedih banget. Aku denger kata-katanya dia.

Dia masuk ke dalam badan aku. Dia komunikasi langsung. Dia mau ceritain kejadiannya secara langsung.

Dan itu disaksikan sama Aska, anak aku, dan orangtua aku. Di situ, dia cerita. Bu aku cuma mau disayang sama ibu aku, mau ketemu ibu aku, mau kayak temen-temen aku yang lain. 

Mereka semua dapat cahaya, kenapa aku nggak. Kenapa Ibu nggak berikan cahaya itu ke aku. Aku tunggu-tunggu itu, aku mau dapet percaya dari ibu.

Aku awalnya nggak ngerti apa yang dia maksud cahaya. Ternyata, itu adalah doa ketika dia meninggal. 

Ibunya gak pernah mendoakan anaknya. Di situ, kita dengarnya semua tuh nangis. Kasihan gitu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nasib Anak Kembar Rara dan Riri yang Ditumbalkan bag-1: Dia tuh Teriak Tolong, Korban Pesugihan agar Warung Laris

Nasib Anak Kembar Rara dan Riri yang Ditumbalkan bag-1: Dia tuh Teriak Tolong, Korban Pesugihan agar Warung Laris

Pekanbaru | Jum'at, 05 Mei 2023 | 18:19 WIB

3 Rekomendasi Film yang Suguhkan Karakter Anak Kembar, Ada Goodnight Mommy

3 Rekomendasi Film yang Suguhkan Karakter Anak Kembar, Ada Goodnight Mommy

Your Say | Senin, 01 Mei 2023 | 20:13 WIB

Wanita Indigo Sebut Anak 3 Tahun yang Hilang di Kalijati Subang Bukan Bocah Sembarangan, Sudah Diincar dan Disukai Kalong Wewe

Wanita Indigo Sebut Anak 3 Tahun yang Hilang di Kalijati Subang Bukan Bocah Sembarangan, Sudah Diincar dan Disukai Kalong Wewe

Pekanbaru | Minggu, 30 April 2023 | 19:30 WIB

Aurel Hermansyah Ngebet Punya Anak Kembar, Solusinya Bisa Coba 5 Posisi Seks Ini

Aurel Hermansyah Ngebet Punya Anak Kembar, Solusinya Bisa Coba 5 Posisi Seks Ini

Lifestyle | Minggu, 30 April 2023 | 20:55 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 23:42 WIB

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:54 WIB

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

×