Atas liberalisme yang dianut Belanda, alhasil semakin ke sini semakin banyak rakyat dunia yang berpindah ke negeri Tulip ini.
Para imigran mengaku, Belanda memiliki kebebasan yang tidak diberikan pemerintah di negara sebelumnya.
Menurut riset 28 persen warga Belanda percaya dengan keberadaan Tuhan, 39 persen lainnya percaya akan semacam kekuatan hidup di luar sana. Dan sisanya, 30 persen percaya bahwa Tuhan itu tidak ada.
3. Slovenia
Slovenia adalah negara mandiri yang terletak di pesisir Eropa Tengah, tepat di sebelah Italia Barat.
Sama seperti Belanda, jumlah penduduk survei yang menolak mengikuti ajaran sebuah agama juga cukup banyak.
Sekitar 25 persen penduduk Slovenia percaya bahwa agama diciptakan untuk membatasi dan mengekang umatnya.
Kepercayaan ini menyebar semenjak tahun 80-an. Dan kini berkembang menjadi sebuah tren yang diikuti banyak pemuda dan pemudi Slovenia.
4. Inggris
Baca Juga: Dipolisikan Tenri Ajeng Anisa, Apa Kata Virgoun?
Inggris merupakan negara dengan kekayaan sejarah yang memukau. Pada zaman dahulu negeri dengan sistem pemerintahan monarki ini dihuni oleh para penganut Agama Kristen.
Kaum Nasrani yang tinggal di Inggris zaman dahulu sangat banyak. Sehingga Inggris pun dijadikan pusat praktek anglikan.
Sama seperti negeri di Eropa lainnya, Inggris juga tidak lepas dari gerakan liberalisme. Berkat kepercayaan bebas ini, sedikit demi sedikit warga Inggris melepaskan kepercayaannya dan hanya menganut aliran liberal.
Jumlah warga Inggris yang mempercayai adanya Tuhan hanya sebanyak 37 persen saja, dibandingkan 73 persen penduduk yang tidak percaya akan Tuhan.
5. Ceko
Perkembangan agama di Ceko cukup pesat, seperti layaknya negara Eropa lainnya. Sejarah agama di negeri ini dimulai oleh agama kristen.