SUARA PEKANBARU - Sebentar lagi Idul Adha 2023 akan dilaksanakan. Ada jemaah haji dari Indonesia yang meninggal dunia saat berada di Madinah.
Masih belum dipastikan jemaah haji khusus yang gugur menjelang Hari Raya Idul Adha disebabkan karena faktor apa.
Hal ini berdasarkan informasi data yang dipantau dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).
Informasi tersebut dilansir dari kanal resmi Kementerian Agama (Kemenag) pada Sabtu (17/6/2023).
Disampaikan oleh Kabid Pengawasan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), Mujib Roni dari Jeddah, Jumat (16/6/2023), jemaah haji yang gugur bernama Surya Achmadi Saberan.
Selebihnya Mujib memastikan kalau jemaah haji yang sudah sampai di Tanah Suci Madinah tidak ada yang dirawat di rumah sakit.
"Alhamdulillah sampai sore ini tidak ada jemaah haji khusus yang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Arab Saudi maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI," ujar Mujib.
Perlu diketahui, untuk jemaah haji Indonesia dibagi menjadi 45 penerbangan yang kebetulan sudah mendarat dengan selamat.
Pasalnya tercatat 7.546 jemaah haji yang tiba di Tanah Suci langsung disampaikan oleh Mujib.
Baca Juga: Gisel Kelimpungan sampai Colek Gading Usai Wajah Gempi Dipakaikan Filter AI: Gimana Jagainnya?
"8.011 sudah mendarat, lebih dari 6.621 di antaranya berada di Makkah, lainnya masih di Madinah," paparnya.
Mereka mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Ada yang memilih pergi ke Madinah dulu dan ada yang ke Makkah.
"Ada sebagian yang menuju Madinah terlebih dahulu, ada juga yang langsung ke Makkah," jelasnya.
Alhasil, tugas 107 PIHK untuk memberangkatkan jemaah haji untuk pergi ke Tanah Suci tidak ada kendala.
"Mereka yang sudah sampai di Tanah Suci, diberangkatkan oleh 107 PIHK," tandasnya.
Mujib Roni menutupkan, pihaknya akan memastikan seluruh jemaah haji tiba di Tanah Suci sampai pada Kamis (22/6/2023) mendatang.(*)