SUARA PEKANBARU - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus menegaskan, pihaknya akan meningkatkan sanksi kepada klub-klub yang pendukungnya masih menyalakan flare atau smoke bomb di stadion.
Kepastian tersebut, disampaikan Ferry Paulus usai menggelar manager's meeting bersama 18 klub peserta kompetisi menjelang bergulirnya BRI Liga 1 2023/2024, pada Sabtu (1/7/2023) mendatang.
"Kita juga sampaikan kemarin dalam beberapa partai terakhir di uji coba masih ditemukan flare. Teman-teman klub bersepakat spritnya mau sedapat mungkin clear, dan terbebas dari flare atau smoke bomb," kata Ferry.
Ferry Paulus mengatakan, akan meningkatkan sanksi menyalakan flare setelah melihat beberapa kejadian seperti pada laga uji coba antara PSS Sleman vs Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Minggu (25/6/2023).
"Ancang-ancang dari liga rasanya tidak jauh dari kemarin hanya akan ada penanganan lebih ketat dari sistem keamanan yang kita terapkan," katanya.
Adapun hukuman bagi suporter yang menyalakan flare sebelumnya, adalah klub terkait harus membayar denda mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Ferry akan meningkatkan hukuman ini, tapi terkait detailnya ia mengatakan hukuman menyalakan flare akan disampaikan melalui kode disiplin yang terbaru.
"Bahwa aturan atau sanksi akan dikenakan bagi klub-klub yang melakukan itu semua, itu akan disampaikan kembali pada kode disiplin yang baru. Itu akan terlihat, karena ini menjadi sebuah keharusan, ya. Kita tunggu saja seperti apa regulasinya," kata dia.
Mengenai implementasinya, Ferry menerangkan, pihaknya kini sudah melakukan pelatihan kepada semua klub tentang standar pengamanan pertandingan.
Baca Juga: Abidzar Al Ghifari Geram Diajak Foto Cewek-cewek saat Adzan di Masjid: Gue yang Malu sama Tuhan!
"Teman-teman klub sudah di-training kembali tentang bagaimana tingkat keamanan di masing-masing stadion," kata Ferry.
"Beberapa forum sudah lakukan loka karya terhadap panpel (panitia pelaksana) semua karena ada peran mainnya juga," tambahnya. (*/ANTARA)