"Pendidikan karakter yaitu pendidikan tentang nilai, etika, sikap yang dipraktikkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dan agama guna membentuk karakter siswa untuk saling berkaitan," tambahnya.
Pendidikan karakter diasumsikan Lizsa Anggraeni berkaitan dengan hati, dan tidak bisa diganti dengan robot. Oleh karena itu, peran guru sangatlah penting.
"Karakter di sini harus dipelajari selama hidup, harus ditanamkan, dikembangkan, tidak bisa diganti dengan robot. Penggeraknya yaitu guru-guru SD," tutur Lizsa.
Terakhir, Lizsa menyampaikan, di Jepang adanya kerjasama yang dilakukan siswa dan guru dengan orang tua untuk menanamkan pendidikan karakter.
"Selain teori, siswa di Jepang juga diajak praktek langsung, mencontoh dan mengamati sikap seseorang. Seperti diajak langsung ke Panti Jompo untuk bagaimana cara bersikap dengan orang lain," tandas Lizsa.(*)