SUARA PEKANBARU - Kejaksaan Agung RI menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengajukan peninjauan kembali atau upaya hukum lain terhadap putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap Ferdy Sambo dan rekan-rekannya.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Ketut Sumesertaa, merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 20/PUU-XXI/2023 yang dikeluarkan pada 14 April 2023, yang menyatakan bahwa penjelasan Pasal 30C ayat h Undang-Undang Nomor 11 tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
"Sehingga menggugurkan kewenangan Jaksa Penuntut Umum dalam mengajukan Peninjauan Kembali terhadap putusan pengadilan pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan hanya bisa diajukan oleh terpidana atau ahli warisnya," kata Ketut kepada wartawan, Rabu (9/8/2023).
Namun, Ketut menegaskan bahwa Kejaksaan Agung RI menghormati putusan MA tersebut. Dia juga menyatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) sejauh ini telah berhasil meyakinkan juri di tingkat kasasi, karena para terdakwa selalu dikenai pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.
Semua informasi hukum dan pandangan hukum yang diajukan dalam permohonan jaksa sebelumnya telah diperhitungkan dalam putusan Kasasi Mahkamah Agung RI.
"Bahwa seluruh fakta hukum dan pertimbangan hukum yang disampaikan dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum telah diakomodir dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI," katanya.
Sebelumnya, MA juga membatalkan hukuman mati bagi Ferdy Sambo dan menggantinya dengan hukuman penjara seumur hidup, seperti yang diberlakukan pada terdakwa pembunuhan berencana lainnya, yaitu Brigadir J dan Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Tidak hanya itu, MA juga mengurangi hukuman penjara 20 tahun bagi terdakwa Candrawathi menjadi 10 tahun, serta mengurangi hukuman penjara 13 tahun bagi terdakwa Ricky Rizal menjadi 8 tahun.
MA juga mengurangi hukuman bagi terdakwa Ma'ruf, yang sebelumnya dihukum 15 tahun penjara, kini dihukum 10 tahun. (*)
Baca Juga: Cantiknya Nella Kharisma, Baru 'Turun Mesin' Bentuk Perut yang Rata Jadi Sorotan