Ponorogo.suara.com – Seorang siswa SD berinisial MR (11) senin 27 februari 2023 ditemukan meninggal dunia dengan cara menggantung diri dirumahnya. Diduga, korban nekat melakukan perbuatan tersebut karena mengalami bulliying di Sekolahan.
Jenasah korban ditemukan pertama kali oleh ibunya, Ws (50), usai pulang dari sawah. Berdasarkan keterangan polisi, hampir setiap hari korban yang berstatus anak yatim tersebut selalu menangis saat pulang sekolah. Korban selalu menangis karena dongkol diejek kurang mampu.
Peristiwa ini tentu menggemparkan dunia Pendidikan, khususnya dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa TImur. Kepala Dispendik Banyuwangi, Suratno, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah. Menurut keterangan guru dan teman sebayanya, korban termasuk anak aktif di sekolah dan disayang oleh para guru.
"Pengakuan guru dan teman-temannya, tidak ada pembulian terhadap korban di sekolah. Dia termasuk anak aktif dan disayang gurunya," ujar Suratno dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com, Selasa (28/2/2023).
Untuk mengantisipasi peristiwa tersebut, Dispendik Banyuwangi akan terus mengevaluasi dan mengoptimalkan peran sekolah untuk menjadi agen yang bisa merubah karakter anak didik agar semakin inklusif.
"Kami kuatkan kembali Satgas Anti Perundungan dan Kekerasan di sekolah ini dengan melibatkan banyak pihak," ungkapnya.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Baca Juga: CEK FAKTA: Amanda Manopo Positif Hamil, Hasil USG Tampilkan Anak Laki-laki, Benarkah?