Ponorogo.suara.com – Di rumah inilah perjalanan Anies baswedan yang melakukan Tirakat dan berkunjung ke berbagai kota dan Kabupaten sepanjang bulan Ramadan ini berakhir.
Di Rumah kuno dan bersejarah peninggalan keturunan Imam Besar, Kyai Muhammad Hasan Besari di Dusun Ngguron, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, mantan Gubernur DKI tersebut bertemu dengan warga sekitar dan juga ahli waris Kyai Ageng Besari untuk melakukan ibadah Iktikaf di malam ganjil, malam ke 23 Puasa ramadan.
Anies menuturkan, Jodohnya dengan rumah bersejarah yang pernah digunakan oleh sejumlah tokoh nasional untuk belajar dan nyantri seperti Ronggowarsito dan HOS. Tjokroaminoto terjadi saat sejumlah seniman dan budayawan menghubungi dirinya melalui pesan berantai tentang rencana penggusuran banguan untuk dijadikan perumahan dalam bisnis properti
“rumah ini, kami selamatkan Bersama-sama dari rencana pengusaha property membongkar bangunan bersejarah ini untuk dijadikan perumahan” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com jejaring media suara.com, kamis (13/4/23) malam.
![Anies baswedan Bertemu dengan warga [ponorogo.suara.com/dedy.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/04/13/1-unadjustednonraw-thumb-5b7.jpg)
Di rumah yang disebut “Ndalem Guron” tersebut, mantan orang nomer satu di DKI Jakarta juga menunjukan kamar yang dulu digunakan untuk istirahat tokoh besar yang masih utuh dengan beberapa orname asli.
Kecintaan Anies baswedan terhadap peninggalan Kyai Muhammad Hasan Besari tidak hanya di bangunan "Ndalem Guron", Ia juga memperbaiki dan merawat Joglo berusia lebih dari 300 tahun milik Kiai Ageng Muhammad Besari yang merintis padepokan Gebang Tinatar sekitar tahun 1700-an.
Pondok tersebut telah menghasilkan tokoh-tokoh agama besar di tanah Jawa. Selain itu, Padepokan atau Pondok Tegalsari ini menjadi awal mula dari konsep pondok pesantren yang ada saat ini.
“jadi saya awal mula saya terhubung dengan tegal sari karena saya mendapat amanah merawat Joglo milik tegalsari yang saat ini berada di Jakarta Selatan. Dari situ saya melihat bawa tempat ini adalah awal mula dari konsep mondok" ungkapnya.
Anies menambahkan, setelah diresmikan malam ini, bangunan bersejarah tersebut akan digunakan sebagai rumah budaya dan Kegiatan keagamaan masyarakat sekitar. Selain itu sejumlah kamar yang tersedia, juga diijinkan untuk digunakan menginap para peziarah makam Kyai Ageng Besari
Baca Juga: Ngeri! Detik-detik Soimah Damprat Temannya yang Main Ponsel saat Diajak Ngobrol