Presiden Sri Lanka Dipaksa Mundur Karena Dianggap Gagal Mengelola Perekonomian Sri Lanka

Poptren

Selasa, 12 Juli 2022 | 17:19 WIB
Presiden Sri Lanka Dipaksa Mundur Karena Dianggap Gagal Mengelola Perekonomian Sri Lanka
suara.com

Uang tunai sebesar 17,85 juta rupee atau sekitar Rp750 juta dalam bentuk uang kertas baru, telah diserahkan oleh warga Sri Lanka ke polisi. Sejumlah uang tersebut ditemukan saat warga menyerbu dan menduduki istana presiden di Kolombo.

Ribuan warga Sri Lanka turun jalanan ibu kota Kolombo pada Sabtu lalu. Mereka menuntut pengunduran diri Presiden Rajapaksa. Unjuk rasa terkait persoalan ini telah berlangsung selama berbulan-bulan. Antrean panjang warga yang ingin melihat langsung istana presiden masih berlangsung di tengah laporan Presiden Gotabaya Rajapaksa, yang diterbangkan ke pangkalan udara dekat bandara internasional, sehingga memunculkan spekulasi ia akan lari ke luar negeri.

Rajapaksa melarikan diri dari istana presiden dengan pengawalan tentara pada Sabtu (09/07) lalu, tak lama sebelum puluhan ribu orang menyerbu istana. Presiden berusia 73 tahun itu berlindung di fasilitas angkatan laut, menurut pejabat tinggi pertahanan kepada AFP sebelum dibawa ke pangkalan udara Katunayake.

Sejumlah warga yang masuk ke istana presiden, termasuk AL Premawardene yang bekerja di taman hiburan anak di Kota Ganeamulla. Sementara itu para pengunjuk rasa yang masih menduduki istana - dengan antrean yang semakin panjang - menyatakan tidak akan keluar sampai Rajapaksa secara resmi mundur.

Ia mengatakan, "Kami antre panjang untuk bensin, gas dan makanan namun Rajapaksa menjalani hidup berbeda (mewah)."

Warga lain Rashmi Kavindhya mengatakan ia tidak pernah bermimpi bisa masuk ke istana presiden. "Coba lihat begitu mewahnya tempat ini," kata Kavindhva yang datang dengan empat anaknya.

"Kami tinggal di desa dan rumah kami kecil. Istana ini milik rakyat dan dibangun dengan uang rakyat," katanya.

Belum jelas kapan mundur


Sebelumnya, Rajapaksa, menyatakan mundur dari jabatannya, pengumuman yang dikeluarkan Juru Bicara Kantor Perdana Menteri, setelah gelombang unjuk rasa pecah di negara tersebut.

baca juga

Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardena, akhir pekan lalu menyebut bahwa Presiden Rajapaksa akan mengundurkan diri pada 13 Juli mendatang.

Pernyataan serupa Senin ini kembali datang dari Kantor Perdana Menteri. Dalam sebuah pernyataan, mereka berkata telah dihubungi Presiden Rajapaksa bahwa dia akan meletakkan jabatan pada 13 Juli.

Di bawah konstitusi Sri Lanka, pengunduran diri presiden hanya dapat diterima secara formal ketika dia mengirim surat kepada pimpinan parlemen. Ini belum belum terjadi hingga saat ini. Namun banyak kelompok pengunjuk rasa skeptis pada informasi tersebut.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa dia akan mundur dari posisinya. Di tengah gelombang protes, keberadaan Rajapaksa dirahasiakan. Namun sumber militer mengatakan kepada BBC bahwa dia berada di sebuah kapal milik angkatan laut di perairan Sri Lanka.

Sementara itu, saudara kandung presiden sekaligus mantan perdana menteri, Mahinda Rajapaksa, berada di sebuah pangkalan angkatan laut di negara itu, kata sumber BBC yang sama.

Para pengunjuk rasa yang menduduki istana kepresidenan menolak membubarkan diri sampai Presiden Rajapaksa dan Perdana Menteri Wickremesinghe mundur. Rajapaksa dituduh gagal mengelola perekonomian Sri Lanka. Akibatnya, menurut kelompok demonstran, masyarakat selama beberapa bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan pangan serta tak mampu membeli bahan bakar dan obat-obatan.

"Perjuangan kami belum berakhir," kata pemimpin gerakan protes dari kelompok mahasiswa, Lahiru Weerasekara, seperti dikutip AFP. "Kami tidak akan menyerah perjuangan ini sampai Presiden Rajapaksa benar-benar pergi," katanya.

Para pemimpin politik Sri Lanka, hari Minggu kemarin, mengadakan pertemuan untuk membahas transisi kekuasaan yang mulus. Mahinda Yapa Abeywardena, ketua Parlemen Sri Lanka, berkata bahwa pemerintahan koalisi lintas partai yang baru harus dibentuk dalam seminggu jika presiden mengundurkan diri.

Saat laporan ini disusun, Rajapaksa belum mengeluarkan pernyataan kepada publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Bisa Bernasib Seperti Sri Lanka? Begini Penjelasannya

Indonesia Bisa Bernasib Seperti Sri Lanka? Begini Penjelasannya

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2022 | 16:23 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×