“Akhirnya Richard (Bharada E) atas perintah, langsung tembak lah. Dar..dar..dar,” bebernya.
Deolipa mengatakan, Bharada sempat akan menolak perintah Ferdy Sambo itu. “Tapi ini diperintah sama iblis. Iblisnya ya Sambo itu juga,” kata sang pengacara.
Disebutkan bahwa saat detik-detik penembakan, Bharada E masih ingat betul jika Brigadir J adalah teman dekat, dan sama sekali tak memiliki motif untuk mencabut nyawa sahabatnya sendiri.
Sumber: bandung.suara.com.