Heboh Ikan Pari Purba Raksasa yang Masih Hidup di Sungai-Sungai Indonesia Hingga Kini

Poptren

Senin, 06 Maret 2023 | 15:43 WIB
Heboh Ikan Pari Purba Raksasa yang Masih Hidup di Sungai-Sungai Indonesia Hingga Kini
Ikan pari air tawar raksasa. (Mekong Wonders/Flickr)

Poptren.suara.com - Urogymnus Polylepis atau yang dikenal dengan ikan pari air tawar raksasa merupakan jenis spesies ikan pari dalam keluarga Dasyatidae.

Ikan ini ditemukan di sungai- sungai besar dan muara di Asia Tenggara dan Kalimantan, meski secara historis ikan ini mungkin lebih banyak tersebar di Asia Selatan dan Tenggara.

Dinobatkan sebagai ikan air tawar dan ikan pari terbesar di dunia, spesies ini tumbuh hingga 2 meter dengan bobot mencapai 300 kg.

Dilansir dari National Geographic, golongan ikan purba yang tidak banyak berubah selama jutaan tahun ini pernah ditemukan dengan berat mencapai 1.300 pon, meskipun laporan tersebut tidak diverifikasi karena menimbang hewan yang sangat besar dan canggung ini sangat sulit.

Berwarna cokelat hingga abu-abu, ikan pari raksasa memiliki bentuk yang lebar dan pipih seperti piring, serta memiliki ekor yang panjang bak cambuk.

Mereka dikenal berkeliaran di sistem sungai di Thailand, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia, dan sering mengubur diri mereka di dasar sungai yang berpasir atau berlumpur. Mereka bernapas melalui lubang, atau spirakel, di bagian atas tubuhnya.

Untuk kebutuhan makanannya, ikan pari raksasa mencari mangsa yang mencakup kerang dan kepiting dengan menggunakan sensor yang terletak di sekitar mulut mereka yang dapat mendeteksi medan listrik mangsanya.

Meski ikan pari raksasa tidak mudah menyerang manusia, mereka adalah salah satu dari sedikit ikan besar yang dapat menimbulkan bahaya nyata bagi manusia. Hal itu karena setiap ikan pari memiliki duri tajam di pangkal ekornya yang dapat dengan mudah menembus kulit dan tulang manusia.

Penyengat ekor ini dapat mencapai panjang 15 inci dan biasanya memasukkan racun ke dalam luka korban. Namun, para ahli menekankan bahwa kebanyakan hewan ini tak agresif dan cenderung menghindar.

Alasan utama mengapa para ilmuwan hanya mengetahui sedikit tentang pari air tawar raksasa adalah karena mereka bersembunyi di dasar sungai. Ikan ini tidak dianggap sebagai ikan yang baik untuk dimakan di Asia Tenggara, sehingga jarang menjadi target para nelayan.

Jika terperangkap jaring pancing, ikan ini dapat memberikan perlawanan sengit. Bahkan tak sedikit laporan yang menyebutkan tentang perahu nelayan yang terseret berjam-jam di sungai oleh ikan pari raksasa yang terlilit jaring panjing, yang berdampak pada tertarik dan terbenamnya perahu nelayan ke dalam air.

Ikan ini di identifikasi di Indonesia pada tahun 1852 oleh ahli ichthyologi Belanda Pieter Bleeker yang merupakan seorang dokter dan ahli ikan yang pertama kali mempublikasi jenis-jenis ikan yang hidup di Indonesia.

Ia menjelaskan, ikan ini pada dasarnya sudah terlupakan selama lebih dari satu abad sebelum dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 1990. Namun pada tahun 2008, para ilmuwan menyimpulkan bahwa spesies baru ini ternyata sama dengan spesies yang diidentifikasi oleh Bleeker.

Beberapa ilmuwan mempercayai bahwa populasi ikan yang hidup di habitat wilayah Thailand, Kamboja, Sumatra, dan Kalimantan, mungkin juga memiliki perbedaan genetik sehingga merupakan spesies yang berbeda.

Ikan pari raksasa ini diklasifikasikan sebagai hewan yang terancam punah, dan terdapat indikasi bahwa jumlah ikan pari telah menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir akibat degradasi habitat sungai.

Sementara populasi yang belum diteliti tetapi relatif sehat ada di bagian atas Sungai Mekong di Kamboja, tampaknya ikan pari tidak lagi mendiami beberapa bagian dari wilayah jelajah historisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pilunya Misi Relawan Evakuasi Hewan Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Pilunya Misi Relawan Evakuasi Hewan Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

News | Senin, 06 Maret 2023 | 15:00 WIB

Hari Paus Internasional, Seperti Apa Upaya Konservasi Paus di Dunia?

Hari Paus Internasional, Seperti Apa Upaya Konservasi Paus di Dunia?

Poptren | Senin, 20 Februari 2023 | 10:33 WIB

Terkini

Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta

Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:48 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:47 WIB

Misteri Kuntilanak Hitam di Film Horor Komedi 'Dukun Magang', Bikin Takut Tapi Ngakak

Misteri Kuntilanak Hitam di Film Horor Komedi 'Dukun Magang', Bikin Takut Tapi Ngakak

Video | Senin, 15 Juni 2026 | 11:46 WIB

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:43 WIB

Rupiah Melemah, Bantul Berburu Dolar Wisatawan Asing

Rupiah Melemah, Bantul Berburu Dolar Wisatawan Asing

Jogja | Senin, 15 Juni 2026 | 11:43 WIB

Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang

Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:40 WIB

Dilema Moral: Ketika Pendidikan Harus Menggunakan Tinju demi Keadilan

Dilema Moral: Ketika Pendidikan Harus Menggunakan Tinju demi Keadilan

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 11:39 WIB

Oppo Reno 16 Global Siap Masuk Indonesia, Snapdragon Baru dan Kamera 200 MP Jadi Andalan

Oppo Reno 16 Global Siap Masuk Indonesia, Snapdragon Baru dan Kamera 200 MP Jadi Andalan

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 11:38 WIB

Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman

Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:37 WIB

Ironi Efisiensi: APBN Dipakai Self Reward, Rakyat Dipaksa Self Control

Ironi Efisiensi: APBN Dipakai Self Reward, Rakyat Dipaksa Self Control

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 11:34 WIB