Begini Cara Tangani 'Cantengan' yang Bikin Nyeri

Poptren | Suara.com

Jum'at, 11 Agustus 2023 | 14:49 WIB
Begini Cara Tangani 'Cantengan' yang Bikin Nyeri
Ilustrasi kuku kaki cantengan. (Shutterstock)

Poptren.suara.com - Cantengan atau ingrow toenail adalah pertumbuhan kuku ke dalam kulit, juga dikenal sebagai onikokriptosis atau unguis incarnatus, mewakili sekitar 20% masalah kuku yang sering dikeluhkan ke dokter. Cantengan juga sering terjadi di mana salah satu sudut kuku, biasanya pada jari kaki, tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan peradangan, nyeri, kemerahan, dan bahkan infeksi pada area tersebut.

Cantengan sering kali dipicu oleh pemotongan kuku yang tidak tepat atau penggunaan sepatu yang terlalu sempit, sehingga tekanan diberikan pada kuku dan membuatnya tumbuh ke dalam kulit. Dalam beberapa kasus yang lebih serius, mungkin perawatan medis diperlukan untuk mengatasi infeksi atau menangani pertumbuhan kuku yang keliru.

Penting untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami cantengan parah atau terinfeksi. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda coba untuk meredakan dan mengobati cantengan:

Rendam Kaki
Rendam kaki Anda dalam air hangat selama 15-20 menit setiap hari. Ini dapat membantu melunakkan kulit di sekitar kuku dan meredakan peradangan.

Hindari Sepatu Sempit
Selama masa perawatan, hindari menggunakan sepatu yang terlalu sempit atau ketat, karena bisa meningkatkan tekanan pada kuku.

Potong Kuku dengan Benar
Potong kuku Anda secara lurus dan jangan terlalu pendek. Hindari memotong sudut kuku terlalu dalam.

Gunakan Alat Khusus
Anda dapat menggunakan alat khusus untuk mengangkat bagian kuku yang tumbuh ke dalam dan merawatnya. Pastikan untuk melakukan ini dengan hati-hati agar tidak melukai lebih lanjut.

Gunakan Krim Antibiotik
Jika terjadi tanda-tanda infeksi, dokter mungkin akan meresepkan krim antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut.

Kompres Hangat
Setelah merendam kaki, kompres area yang terkena cantengan dengan kain bersih yang direndam dalam air hangat.

Gunakan Kaus Kaki Longgar
Selama perawatan, pilih kaus kaki yang longgar dan berbahan lembut untuk mengurangi tekanan pada kuku.
Hindari Memaksa: Jangan memaksakan untuk mengeluarkan kuku yang tumbuh ke dalam dengan cara paksa, karena ini dapat memperburuk kondisi.

Konsumsi Obat Antiinflamasi
Jika disarankan oleh dokter, gunakan obat antiinflamasi seperti ibuprofen atau naproxen untuk mengurangi peradangan dan nyeri.


Jika Anda ingin melakukan perawatan mandiri, beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

- Membersihkan kaki dengan air dan sabun secara teratur.
- Merendam kaki dalam air hangat selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti parasetamol.
- Menjaga kaki tetap kering dan hindari penggunaan alas kaki yang terlalu ketat.
- Gunakan alas kaki dengan ujung terbuka, seperti sandal, untuk mengurangi tekanan pada kuku.

Namun, jika cantengan Anda semakin parah atau terinfeksi, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan. Mereka dapat memberikan perawatan lebih lanjut atau saran medis yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cantengan Bisa Muncul Lagi Karena Kebiasaan Ini Lho!

Cantengan Bisa Muncul Lagi Karena Kebiasaan Ini Lho!

Health | Selasa, 27 November 2018 | 16:00 WIB

Terkini

Amuk Massa di Mesuji: Warga Bakar Ponpes Nurul Jadid karena Kasus Asusila Pimpinan Pondok

Amuk Massa di Mesuji: Warga Bakar Ponpes Nurul Jadid karena Kasus Asusila Pimpinan Pondok

Lampung | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:21 WIB

Ngeri, Pelajar 14 Tahun Ditusuk di Leher Saat Tawuran Berdarah di Palembang

Ngeri, Pelajar 14 Tahun Ditusuk di Leher Saat Tawuran Berdarah di Palembang

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:17 WIB

Lupakan Skutik, Motor Bandel Honda Ini Layak Dilirik: Irit Tembus 59,8 km/liter

Lupakan Skutik, Motor Bandel Honda Ini Layak Dilirik: Irit Tembus 59,8 km/liter

Otomotif | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:05 WIB

Apakah Mobil Listrik Boleh Pakai Ban Mobil Biasa? ini 5 Rekomendasinya

Apakah Mobil Listrik Boleh Pakai Ban Mobil Biasa? ini 5 Rekomendasinya

Otomotif | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:00 WIB

Anak Pertama Al Ghazali dan Alyssa Daguise Lahir, Nama Unik Jadi Sorotan

Anak Pertama Al Ghazali dan Alyssa Daguise Lahir, Nama Unik Jadi Sorotan

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:00 WIB

Bagian Apa Saja dari Mobil Listrik yang Butuh Perawatan Rutin?

Bagian Apa Saja dari Mobil Listrik yang Butuh Perawatan Rutin?

Otomotif | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:00 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

CFD Ampera Palembang Minggu III Membludak, Warga Protes Jalan Ditutup Sampai Jam 9 dan Parkir Mahal

CFD Ampera Palembang Minggu III Membludak, Warga Protes Jalan Ditutup Sampai Jam 9 dan Parkir Mahal

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:56 WIB

Dunia Koas yang Mencekam: Mengapa Gudang Merica Jadi Film Horor Paling Ditunggu di 2026?

Dunia Koas yang Mencekam: Mengapa Gudang Merica Jadi Film Horor Paling Ditunggu di 2026?

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:54 WIB

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:49 WIB