Telkom Perusahaan Telekomunikasi Paling Bernilai di Asia Tenggara

Liberty Jemadu

Kamis, 17 Maret 2016 | 16:03 WIB
Telkom Perusahaan Telekomunikasi Paling Bernilai di Asia Tenggara
Logo PT Telkom. (telkom.co.id)

Suara.com - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menjadi perusahaan telekomunikasi dengan brand value tertinggi di Asia Tenggara, demikian hasil analisis Brand Finance, sebuah lembaga konsultan merek internasional. Telkom berada pada posisi tersebut untuk tiga tahun berturut-turut.

Seperti tercantum dalam laporan “Brand Finance Telecoms 500 Indexs”, posisi Telkom naik dari posisi ke-50 menjadi ke-48. Dengan pencapaian tersebut Telkom dinyatakan sebagai perusahaan telekomunikasi paling bernilai di Asia Tenggara selama tahun 2015 melampaui Singtel dari Singapura di posisi 51, PLDT dari Filipina di posisi 64, dan TM dari Malaysia di posisi 85.

Menurut Brand Finance nilai merek (brand value) Telkom saat ini mencapai USD 2,62 miliar. Rating Brand Strength Telkom juga meningkat dari sebelumnya AA+ menjadi AAA- yang berarti Telkom telah berhasil mempertahankan pangsa pasarnya meskipun mengalami banyak tekanan.

Nilai merek antara lain diukur berdasarkan kemampuan sebuah sebuah merek memberikan kontribusi terhadap bisnis maupun para pemegang saham. Telkom sendiri memiliki nilai 80 pada Brand Strength Index, di atas perusahaan telekomunikasi Malaysia “DIGI” dan Maxis Malaysia.

Brand Finance menilai dan melakukan pemeringkatan brand serta mengukur seberapa kuat brand tersebut. Metodologi yang digunakan Brand Finance untuk memvaluasi sebuah brand melibatkan performansi keuangan sebagai aspek kuantitatif dan rating dari Brand Strength Index (BSI) sebagai aspek kualitatif.

Secara kuantitatif, Brand Finance menilai brand value dengan pendekatan royalty relief. Analisis meliputi faktor input (investasi di bidang pemasaran), brand equity (nilai goodwill) serta faktor output (dampaknya pada kinerja bisnis). Brand Finance menilai dan melakukan pemeringkatan brand serta mengukur seberapa kuat brand tersebut. Brand yang dimasukkan di dalam peringkat ini terdiri dari corporate brand dan product brand.

Menanggapi laporan terbaru Brand Finance tersebut Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan bahwa Telkom saat ini terus berupaya untuk menjadi Digital Company. Hal tersebut diharapkan menjadi faktor kuat yang akan menambah kepercayaan dan kesetiaan pelanggan.

“Membangun merek merupakan pekerjaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Telkom senantiasa melakukan inovasi untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan yang diberikan,” demikian Arif Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penggunaan Layanan Telkomsel Naik 20 Persen di Tahun Baru 2016

Penggunaan Layanan Telkomsel Naik 20 Persen di Tahun Baru 2016

Bisnis | Minggu, 03 Januari 2016 | 23:18 WIB

Kapitalisasi Pasar Telkom 2015 Menembus Rp312,98 Triliun

Kapitalisasi Pasar Telkom 2015 Menembus Rp312,98 Triliun

Bisnis | Kamis, 31 Desember 2015 | 21:52 WIB

Kabel Optik Telkom Putus di Sarmi, Komunikasi di Papua Terganggu

Kabel Optik Telkom Putus di Sarmi, Komunikasi di Papua Terganggu

Bisnis | Senin, 27 Juli 2015 | 03:33 WIB

Kerja Sama Telkom-Singtel Dikritik, Ini Penjelasan Menteri BUMN

Kerja Sama Telkom-Singtel Dikritik, Ini Penjelasan Menteri BUMN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2015 | 20:42 WIB

PT Telkom Perkuat Indihome dengan Teknologi 4K

PT Telkom Perkuat Indihome dengan Teknologi 4K

Tekno | Rabu, 20 Mei 2015 | 07:09 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×