FAO: Jaga Ketahanan Pangan dengan Pemberdayaan Keluarga Petani

M. Reza Sulaiman

Kamis, 04 April 2019 | 13:05 WIB
FAO: Jaga Ketahanan Pangan dengan Pemberdayaan Keluarga Petani
Konferensi regional pertanian keluarga FAO yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia. (Dok. FAO)

Suara.com - Malnutrisi dan gizi buruk merupakan masalah utama bagi kesehatan, yang bisa dicegah dengan menjaga ketahanan pangan,

Untuk itu ketahanan pangan dengan memberdayakan keluarga petani menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kelaparan, malnutrisi, hingga gizi buruk di Asia Tenggara.

Inovasi akses ke kredit pedesaan dan peningkatan program perlindungan sosial pedesaan adalah langkah pertama untuk membantu keluarga petani di Asia Tenggara dalam meningkatkan mata pencaharian dan ketersediaan pangan, ungkap Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) hari ini.

Perwakilan dari negara-negara Asia Tenggara Plus (ASEAN Plus) bertemu di Jakarta untuk membahas langkah-langkah untuk membantu petani kecil mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik dan meningkatkan mata pencaharian mereka. Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia ini dilakukan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nol Kelaparan (TPB/SDG-2) sebelum 2030.

Pertanian keluarga menghasilkan sebagian besar makanan yang sampai ke meja makan kita. Mereka menghasilkan 80 persen dari makanan dunia dan merupakan sumber pekerjaan terbesar, namun sebaliknya banyak dari keluarga petani sendiri mengalami rawan pangan dan sangat miskin.

Negara-negara Asia Tenggara bergabung untuk meningkatkan kesadaran dalam Dekade Pertanian Keluarga 2019 - 2028. Di Asia Tenggara, sebagian besar lahan pertanian dimiliki oleh petani kecil yang memiliki lahan pertanian kurang dari lima hektar.

Di Indonesia, bahkan lebih kecil lagi, sebagian besar pertanian mengolah lahan kurang dari satu hektar. Pertanian keluarga juga mencakup nelayan, peternak, dan orang-orang yang bergantung pada hutan untuk makanan dan mata pencaharian mereka.

Masyarakat miskin pedesaan, terutama pertanian keluarga, menghadapi kesulitan besar dalam mengakses kredit, layanan, teknologi, dan pasar yang memungkinkan mereka meningkatkan produktivitas sumber daya alam dan tenaga kerja mereka. Perempuan pedesaan juga amat dipengaruhi oleh situasi yang tidak menguntungkan ini.

Sebagian besar pekerjaan yang tersedia di pertanian memiliki hubungan dengan pendapatan yang rendah dan tidak stabil, kondisi keselamatan dan kesehatan yang buruk, ketidaksetaraan gender dalam upah dan juga peluang kerja, serta perlindungan sosial yang terbatas.

Karena kurangnya akses ke pelatihan, layanan keuangan, dan penyuluhan dan fasilitas pemrosesan, prospek yang menarik seringkali lebih terbatas di daerah pedesaan daripada di daerah perkotaan dan, sebagai hasilnya, berkontribusi pada perubahan populasi dari desa ke kota.

baca juga

"Mari kita perjelas, saat kita berbicara tentang bertani di Asia Tenggara, kita membicarakan pertanian keluarga. Memberdayakan pertanian keluarga dan keluarga petani, akan membantu mengatasi akar penyebab kerawanan pangan dan kekurangan gizi di wilayah ini,” kata Kundhavi Kadiresan, Asisten Direktur Jenderal FAO dan Perwakilan Regional untuk Asia dan Pasifik, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Kundhavi membuat pernyataan saat sesi pembukaan Konferensi Regional tentang Penguatan Ketahanan Pangan, Nutrisi, dan Kesejahteraan Petani Asia Tenggara melalui Dekade Pertanian Keluarga PBB.

Kundhavi Kadiresan, Asisten Direktur General FAO untuk kawasan Asia Pasifik menyampaikan sambutan pada konferensi regional pertanian keluarga. (Dok. FAO)
Kundhavi Kadiresan, Asisten Direktur General FAO untuk kawasan Asia Pasifik menyampaikan sambutan pada konferensi regional pertanian keluarga. (Dok. FAO)



Dalam pertanian keluarga, aktivitasnya memperlihatkan hubungan erat antara produksi pertanian dengan keluarga, sekolah dan masyarakat. Aktivitas ini berdasarkan pengetahuan lokal. Hal ini menopang produktivitas pada lahan marginal, dan memberi konsumen lokal makanan segar, termasuk unggas, ternak, ikan, buah-buahan dan sayuran, bersama dengan makanan pokok lainnya. Komponen-komponen ini cukup penting untuk mencapai nutrisi yang baik.

Menyadari peran sentral pertanian keluarga, Majelis Umum PBB telah secara resmi mendeklarasikan 2019-2028 sebagai Dekade Pertanian Keluarga. Resolusi tersebut mengakui petani keluarga sebagai kunci dalam mengejar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dunia, khususnya dalam menjami, keamanan pangan global, memberantas kemiskinan, mengakhiri kelaparan, melestarikan keanekaragaman hayati, mencapai lingkungan yang lestari, dan membantu mengatasi migrasi.

Banyak negara di dunia telah membuat kemajuan dalam mengembangkan kebijakan publik yang mendukung pertanian keluarga. Terutama dalam berbagi pengetahuan dan data yang berkontribusi pada tataran dialog dan pembuatan kebijakan dalam mengatasi kebutuhan spesifik pertanian keluarga.

"Ada tantangan besar di mana kebijakan perlu dibuat untuk berbagai aspek terkait pertanian keluarga termasuk perubahan iklim, gender, pemuda dan pekerjaan yang layak," kata Kadiresan.

"Untuk meningkatkan kesejahteraan pertanian keluarga, dan memperkuat ketahanan pangan mereka, kita membutuhkan Inovasi yaitu inovasi untuk mendukung kebijakan dan lingkungannya. Inovasi dalam teknologi. Dan Inovasi dalam institusi. Yang paling penting, keluarga petani harus menjadi inti semangat inovasi ini." tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia Sabet 17 Penghargaan

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia Sabet 17 Penghargaan

Press Release | Jum'at, 29 Maret 2019 | 21:37 WIB

Optimalisasi Lahan Rawa, Indonesia Siap jadi Lumbung Pangan Dunia

Optimalisasi Lahan Rawa, Indonesia Siap jadi Lumbung Pangan Dunia

News | Selasa, 19 Februari 2019 | 09:14 WIB

Manfaat Dana Desa untuk Cegah Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Manfaat Dana Desa untuk Cegah Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Press Release | Kamis, 29 November 2018 | 12:07 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×