Elga Naldy Perkenalkan Songket Koto Gadang ke Rusia

Ferry Noviandi
Elga Naldy Perkenalkan Songket Koto Gadang ke Rusia
Desainer Elga Naldy bersama rancangannya, Songket Koto Gadang yang akan diperkenalkan di Internasional Fashion Trade Show di Rusia. [dokumentasi pribadi]

nternasional Fashion Trade Show akan digelar di Moskow, Rusa pada 3-6 September 2019.

Suara.com - Selain ajang New York Fashion Week, desainer Indonesia juga akan tampil di ajang berkelas lainnya. Adalah Elga Naldy yang akan memperkenalkan wastra Indonesia di Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show di Rusia.

Dalam ajang yang akan digelar pada 3-6 September 2019 ini, Elga Naldy akan memperkenalkan Songket Koto Gadang yang berasal dari Bukti Tinggi, Sumatera Barat.

Desainer Elga Naldy bersama rancanannya, Songket Koto Gadang yang akan diperkenalkan di Internasional Fashion Trade Show di Rusia. [dokumentasi pribadi]
Desainer Elga Naldy bersama rancangannya, Songket Koto Gadang yang akan diperkenalkan di Internasional Fashion Trade Show di Rusia. [dokumentasi pribadi]

"Senang sekali diberi kesempatan untuk menunjukan warisan budaya Indonesia salah satunya Songket Koto Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saya ingin mengenalkan pada dunia, apa yang dimiliki leluhur saya," tutur Elga Naldy, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.

Elga Naldy sendiri mendapat tawaran untuk menampilkan karya di Internasional Fashion Trade Show di Rusia dari seorang sahabat bernama Wawan Soeharto. Saat mendapat tawaran tiu, Elga tengah melakukan research kain Minang Kabau. Elga pun tak bisa menolak tawaran emas tersebut.

"Tawarannya datang sekitar lima bulan lalu. Katanya ada event fashion di Rusia yang mengenalkan warisan budaya Indonesia. Padahal saya juga tengah sibuk menyiapkan show untuk Jakarta Fashion Food Festival 2019 dan juga menyiapkan busana-busana untuk Konser Nicky Astria," ungkap Elga Naldy.

Menurut Elga Naldy, kain songket dari Minang memiliki corak yang sangat cantik. Kain ini biasanya dipakai untuk acara-acara tertentu dan hanya dipakai beberapa jam saja.

"Kebanyakan yang mengenakan songket ini kan hanya beberapa jam saja. Karena fisiknya memang kaku, terasa berat karena dibuat dari benang emas," jelas Elga Naldy.

Karena alasan itu pula Elga Naldy memiliki kain dari Minang untuk diperkenalkannya di Rusia. Dalam rancangannya nanti, Elga akan membuat kain songket Minang dengan menggunakan teknologi dari India. Meski melakukan perpaduan teknologi, Elga tidak menghilangkan ciri khas dari Songket Koto Gadang.

Desainer Elga Naldy bersama rancangannya, Songket Koto Gadang yang akan ditampilkan di ajang Internasional Fashion Trade Show. [dokumentasi pribadi]
Desainer Elga Naldy bersama rancangannya, Songket Koto Gadang yang akan ditampilkan di ajang Internasional Fashion Trade Show. [dokumentasi pribadi]

"Detail benang emasnya yang berbentuk bunga-bunga dipadukan warna cerah jadi semarak dilihatnya. Itulah yang membuat saya tertarik ingin mengangkat warisan budaya leluhur saya ke mata dunia," kata Elga bersemangat.

Selain itu, Elga Naldy juga membuat busana-busana malam dengan motif yang diciptakannya sendiri. Motif bunga-bunga di atas bahan silk, mendominasi karya Finalis Gadis Sampul ini. Padu padan bordir, kain songket, dan lace menyatu dalam disain ibu muda ini.

"Persiapan untuk Show CPM Internasionl Fashion Trade Show Moscow ini, sudah saya lakukan sejak beberapa bulan lalu. Karena ini ajang internasional dan membawa nama Indonesia saya sangat serius menyiapkan segala keperluan untuk show dan pameran," tutur Elga Naldy.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS