Pameran Properti 2019 Diselenggarakan di 4 Kota di Indonesia

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Pameran Properti 2019 Diselenggarakan di 4 Kota di Indonesia
Pembukaan IIPEX 2019. (Dok : IIPEX).

Dalam pelaksanaan sistem ini, Kementerian ATR/BPN menunjuk BTN sebagai bank mitra.

Suara.com - Pameran properti terbesar Indonesia, "International Property Expo 2019" yang diadakan serempak di empat kota, yaitu Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya, resmi dibuka.

Prosesi pembukaan diselenggarakan melalui live streaming masing-masing kota yang ditampilkan di hadapan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil di Jakarta Convention Center, Rabu (25/9/2019) .

Menteri ATR/BPN didampingi Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin; Ketua Umum DPP Realestat Indonesia, Soelaeman Soemawinata; Chief Bussiness Officer PropertyGuru Group, Jeremy Williams; Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh; Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria; Vice President Consumer Lending BNI, Egos Mahar, dan Assistant Vice President Consumer Loan Division BRI, Oky Nugroho.

Indonesia International Property Expo 2019 merupakan ajang yang diselenggarakan dari kolaborasi Realestat Indonesia (REI), Dyandra Promosindo, dan Rumah.com.

“Kami dari Kementerian ATR/BPN mengucapkan selamat, semoga sukses sampai di tahun- tahun berikutnya. Melalui pameran ini, investor dan pebisnis properti harus optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan lebih baik ke depannya serta mampu mengatasi berbagai kendala baik skala internasional maupun domestik,” ujar Sofyan.

Kementerian ATR/BPN sendiri turut berpartisipasi dalam IIPEX 2019 dengan menghadirkan booth bersama Bank Tabungan Negara (BTN), yang menawarkan berbagai layanan pertanahan dari kantor pertanahan se-DKI Jakarta. Layanan yang tersedia mulai dari perubahan hak atas tanah, pengecekan sertifikat, pengecekan zona nilai tanah, serta sosialiasi mengenai Hak Tanggungan elektronik atau sistem HT-el.

HT-el merupakan serangkaian proses pelayanan hak tanggungan dalam rangka pemeliharaan data pendaftaran tanah yang dilaksanakan melalui sistem elektronik yang terintegrasi. Jenis layanan dalam Sistem HT-el meliputi pendaftaran hak tanggungan, peralihan hak tanggungan, perubahan nama kreditor, dan penghapusan (roya) hak tanggungan.

Sistem HT-el akan mempersingkat waktu penyelesaian pembuatan Sertifikat Hak Tanggungan, dari sebelumnya 3 sampai 6 bulan menjadi hanya 7 hari. Dalam pelaksanaan sistem ini, Kementerian ATR/BPN menunjuk BTN sebagai bank mitra.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin menyampaikan, pihaknya sangat gembira pada penyelenggaraan pameran yang dimeriahkan oleh kehadiran pengembang lokal dan asing dengan berbagai pilihan properti.

“Saya yakin, pameran ini akan mampu mendorong kinerja pasar perumahan, baik dari sisi supply maupun demand. Pameran ini juga sekaligus memberikan informasi, edukasi, dan alternatif pilihan kepada masyarakat Indonesia, khusunya kaum milenial dalam mencari dan memilih hunian. Semoga pameran IIPEX 2019 juga mampu menggugah para investor untuk beramai-ramai menanamkan investasi di Indonesia,” ujarnya.

Properti IIPEX 2019 di Jakarta sudah berlangsung empat hari, yaitu sejak 21 September dan masih bisa dikunjungi masyarakat hingga 29 September 2019. Sementara di tiga kota lainnya diadakan mulai 25 – 29 September 2019 di Trans Studio Mall (Bali), Plaza Medan Fair (Medan), dan Jatim Expo (Surabaya).

Lebih dari 200 pengembang dan 1.000 proyek berpartisipasi dalam pameran tersebut, dengan pilihan harga bervariatif mulai dari rumah subsidi Rp 100 jutaan hingga hunian mewah Rp 5 miliaran.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata mengaku optimistis ajang ini mampu membekukan total nilai transaksi mencapai Rp 1 triliun.

“Paling tinggi transaksinya, kami prediksi dari pameran di Jakarta senilai Rp 830 miliar, selanjutnya di Surabaya sebagai kota bisnis terbesar setelah ibu kota, target transaksinya minimal Rp 70 miliar. Untuk dua kota lainnya yakni Bali dan Medan masing-masing minimal Rp 50 miliar,” jelasnya.

Optimisme yang dijunjung REI didasari pada prinsip bahwa pasar properti di Indonesia masih ada dan akan selalu ada. Kendati sempat terjadi pelemahan dalam beberapa kurun waktu terakhir, tetap saja kebutuhan manusia untuk memiliki properti sebagai sarana tempat tinggal maupun investasi belum tergantikan.

“IIPEX 2019, kami yakini mampu membawa efek ice breaking, tidak hanya bagi konsumen tetapi juga bagi para pengembang untuk menjadi subyek, pionir, dan proaktif dalam menjemput kebangkitkan ekonomi dan property market. Anggota REI sendiri setiap tahunnya berkontribusi sebesar 40 persen dari capaian program Sejuta Rumah, yang merupakan upaya kongkrit REI sebagai partner terdepan pemerintah dalam penyediaan rumah rakyat,” ujarnya. 

Antusiasme yang ditunjukkan ratusan pengembang dalam keikutsertaan di ajang IIPEX 2019, menurut Country Manager Rumah.com, Marine Novita, merupakan refleksi dari positifnya tren di sektor properti pada kuartal dua tahun ini. Merujuk laporan Rumah.com Property Index Q2 2019, tren harga properti residensial menunjukkan kenaikan baik secara kuartalan maupun tahunan.

Laju kenaikan harga properti masih belum terhenti sejak pemulihan pada pertengahan tahun lalu.

“Index menunjukkan, harga properti pada Q2 2019 berada pada titik 112,0 atau naik 2,17 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/q-o-q). Kenaikan ini lebih baik jika dibandingkan dengan kenaikan pada kuartal sebelumnya yang hanya 0,8 persen,” jelasnya.

Di lain sisi, pemerintah merespon pasar dengan beberapa kebijakan yang dicetus untuk mengurangi beban masyarakat. Salah satunya pada 22 Agustus , yang mana Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan menjadi 5,50 persen setelah sebelumnya berada di angka 5,75 persen per 18 Juli 2019.

Menurunnya BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRR yang menjadi acuan suku bunga di pasar properti selama dua bulan berturut-turut, diyakini akan menjadi daya tarik di mata masyarakat khususnya bagi segmen menengah bawah yang memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari perbankan sebagai sarana dalam menjangkau rumah idaman.

Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh mengatakan, dari sisi target pengunjung, pihaknya menargetkan IIPEX 2019 akan dihadiri total 100.000 pengunjung properti.

“Untuk Jakarta kami targetkan ada 70 ribu pengunjung, sementara tiga kota lainnya masing-masing 10 ribu orang,” imbuhnya.

Kohen, sapaan akrab Hendra Noor Saleh, melanjutkan, jika melihat situasi terkini yang terjadi di lapangan sehubungan dengan aksi demonstrasi kemarin (24/9/2019), pihak penyelenggara saat ini sudah bekerja sama dengan pihak keamanan terkait agar memastikan kondisi di sekitar area pameran tetap kondusif dan nyaman.

“Pengunjung saat ini bisa mengakses Hall A JCC melalui pintu GBK 5, 7, dan 10. Selain itu, kami bekerja sama dengan pihak JCC menyediakan free shuttle bus untuk mengakomodir pengunjung yang datang melalui pintu-pintu masuk tersebut,” terangnya.

Penyelenggara menghadirkan promo khusus bagi pengunjung, yakni lucky draw berupa uang tunai senilai Rp 7,5 juta. Hadiah ini akan diundi hanya pada Kamis, 26 September dan Jumat, 27 September.

Di samping itu, ada juga berbagai penawaran menarik dari IIPEX 2019 di antaranya cashback hingga 10 juta rupiah bagi pengunjung yang melakukan transaksi di pameran, lucky draw dengan beragam hadiah menarik setiap harinya bagi pengunjung yang datang dan melakukan registrasi, serta grand prize 1 unit Toyota New Avanza yang akan diumumkan di penghujung acara, 29 September.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS