Tantangan Bisnis Produk Kurangi Anemia dan Stunting, Total Hadiah 1,2 M

Silfa Humairah Utami
Tantangan Bisnis Produk Kurangi Anemia dan Stunting, Total Hadiah 1,2 M
Konferensi pers tantangan inovasi bisnis atau Business Innovation Challenge (BIC). (Doc BIC)

Siapa aja yang bisa ikut tantangan bisnis produk kurangi anemia dan stunting?

Suara.com - Tantangan Bisnis Produk Kurangi Anemia dan Stunting, Total Hadiah 1,2 M

GAIN Indonesia mendukung pemerintah mengurangi anemia dan stunting melalui tantangan inovasi bisnis produk siap santap dan siap masak berbasis ikan dan sumber daya perairan.

Indonesia masih menghadapi beban ganda gizi. Sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia, 30,8 persen balita mengalami stunting, dan 8 persen balita mengalami obesitas (Riskesdas, 2018).

Salah satu cara untuk meningkatkan akses pada pangan yang bergizi adalah melalui Tantangan Inovasi Bisnis atau Business Innovation Challenge (BIC).

BIC mengangkat tema “Food Innovation Challenge” untuk menemukan inovasi-inovasi produk ikan (tawar dan laut), dan seafood dengan nilai tambah yang siap masak dan siap santap (ready to eat and ready to cook) sebagai salah satu sumber protein dan zat gizi lain yang sangat penting bagi tubuh, serta berkontribusi dalam mencegah dan menurunkan anemia dan stunting.

Adapun Business Innovation Challenge atau l-PLAN Challenge mencari 10 start-up, lembaga, asosiasi, maupun UMKM yang memiliki solusi inovatif dalam produk makanan siap santap atau siap masak berbasis ikan dan sumber perairan lain seperti kekerangan, udang, cumi, ataupun rumput laut untuk membantu mengurangi masalah stunting dan anemia di Indonesia.

Dalam kompetisi ini diharapkan dapat menjaring 300-an peserta. Pemenang akan mendapat hadiah total hingga 1,2 miliar dan dampingan pengembangan produk serta dukungan untuk memasukin pasar domestik melalui ritel-ritel ternama di Indonesia.

Menurut Ravi K. Menon, Country Director GAIN Indonesia melalui program ini memenuhi kebutuhan makanan ikan sebagai protein hewani yang kebutuhan protein untuk anak usia pra sekolah adalah 17 sampai 20 gram per hari. Untuk wanita hamil kebutuhan protein ikan lebih dari 20 gram per hari.

"Intinya program ini mengajak dan mensosialisasikan tentang bagaimana menyajikan ikan sebagai ready to eat dan ready to cook untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, remaja hingga usia dewasa, di Indonesia," kata Ravi.

Adapun Machmud, SP, MSc, Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikananan mengatakan melalui kementeriannya memimpin inisiatif Gemarikan atau Gerakan Makan Ikan untuk meningkatkan konsumsi ikan secara nasional melalui forum promosi ikan (Formakan) dan kampanye media massa.

"Kami mulai mempelajari pola makan Kalangan Milenial yang mulai menyukai makan ikan. Memang selama ini, Kalangan Milenial menikmati ikan di cafe atau restoran pilihan terbanyak adalah makan ikan yang dibakar. Nah melalui gerakan ikan yang disajikan dalam olahan akan menjadi menu terbesar yang bisa diminati kalangan milenial," kata Machmud dalam siaran pers yang dikirimkan pada Suara.com.

Minat Kalangan Milenial terhadap ikan sangat tinggi kata Machmud, dan hal ini menjadi peluang serta kesempatan besar untuk menggiatkan geeakan makan ikan senada dengan program GAIN.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS