Cegah Stunting, Remaja Perlu Mendapat Edukasi Soal Gizi dan Nutrisi

M. Reza Sulaiman

Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:43 WIB
Cegah Stunting, Remaja Perlu Mendapat Edukasi Soal Gizi dan Nutrisi
Pengetahuan gizi dan nutrisi penting untuk cegah anak stunting. (Shutterstock)

Suara.com - Cegah Stunting, Remaja Perlu Mendapat Edukasi Soal Gizi dan Nutrisi

Terbatasnya pengetahuan perempuan tentang pentingnya persiapan gizi saat hamil menjadi tantangan dalam program pengentasan stunting di Indonesia. Padahal, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase penting dalam perkembangan otak dan tubuh anak.

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan Msc, Dekan FEMA IPB mengatakan masalah gizi dan kesehatan bisa dicegah sejak dini. Caranya dengan memberikan edukasi pada remaja tentang bahaya kekurangan gizi dan nutrisi.

"Saya meyakini edukasi remaja adalah sebuah terobosan karena peningkatkan pengetahuan gizi sebelum memulai keluarga akan berkontribusi pada kesadaran akan kesehatan ibu dan anak di masa penting dalam kehidupannya, termasuk memutus rantai persoalan stunting," ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Rabu (23/10/2019).

Menurut WHO, usia remaja dimulai dari usia 10 hingga 19 tahun. Pada masa growth spurt remaja mengalami perubahan fisik, fungsi reproduksi, psikis dan sosial. Sayangnya, dalam masa perubahan tersebut, remaja banyak yang mengalami kekurangan gizi. Data Studi Diet Total (2014) menunjukkan bahwa remaja di Indonesia usia 13-18 tahun mengalami defisiensi protein dan energi.

Melihat pentingnya edukasi dan persiapan terkait gizi sejak dini, Sarihusada sebagai bagian dari Danone Specialized Nutrition bekerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) mengembangkan Modul Pelatihan Cegah Stunting untuk Usia Remaja.

Penandatanganan kerja sama antara kedua pihak dilakukan hari ini di kampus IPB dihadiri oleh dekan FEMA-IPB dan perwakilan Danone. Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone mengatakan pemberian edukasi tentang gizi dan nutrisi sejak remaja merupakan investasi penting demi kesehatan ibu dan anak di masa depan.

"Misi perusahaan kami adalah untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang di dunia. Dimanapun kami beroperasi, kami ingin dapat terus berkontribusi positif, baik dalam aspek lingkungan maupun kesehatan masyarakat," paparnya.

Prof. Dr Id. Sri Anna Marliyati, MSi. Ketua tim ahli yang mengembangkan modul ini menyampaikan bahwa risiko terbesar masalah gizi dan nutrisi dialami oleh perempuan.

baca juga

"53 Persen remaja mengalami defisiensi energi berat dan 48 persen defisiensi protein berat. Resiko lebih besar terjadi pada remaja putri, para calon ibu, di mana defisiensi gizi akan berdampak pada kesehatan ibu dan buah hati selama masa kehamilan dan melahirkan seperti anak lahir dengan berat badan lahir rendah," tuturnya.

Penandatanganan kerja sama Sarihusada dengan FEMA IPB untuk mengembangkan Modul Pelatihan Cegah Stunting untuk Usia Remaja. (Dok. Danone/Sarihusada)
Penandatanganan kerja sama Sarihusada dengan FEMA IPB untuk mengembangkan Modul Pelatihan Cegah Stunting untuk Usia Remaja. (Dok. Danone/Sarihusada)

Program pengembangan modul edukasi gizi remaja ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang gizi seimbang dan pola konsumsi makanan yang tepat. Modul yang dikembangkan akan meliputi tentang perkembangan fisik, biologis, psikis dan sosial serta tentang kecukupan gizi dan penerapannya.

Pelatihan akan dilakukan dengan pendekatan peer to peer, dan dikembangkan dengan saluran komunikasi sosial yang aktif dan interaktif.

Ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, Modul Panduan Edukasi Gizi dan Kesehatan untuk remaja akan mulai diujicoba dalam pilot project kepada 400 pelajar dan 40 guru di 10 sekolah SLTP dan SLTA di Jabodetabek di tahun 2020.

"Melalui upaya kolaborasi ini kami akan mengembangkan konten edukasi secara kreatif sehingga penyampaian pesan dapat menarik dan diterima oleh remaja. Kami berharap, dengan mengedukasi pentingnya gizi seimbang mulai usia remaja, kita dapat mempersiapkan calon orang tua dengan pengetahuan tentang gizi yang lebih baik agar mereka dapat meningkatkan kualitas kesehatan diri dan keluarga mereka kelak di masa depan," tutup Karyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rambut Beruban Sebelum Waktunya? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin

Rambut Beruban Sebelum Waktunya? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin

Lifestyle | Selasa, 22 Oktober 2019 | 20:15 WIB

UNICEF Soroti Ketimpangan Masalah Gizi Anak-anak di Dunia

UNICEF Soroti Ketimpangan Masalah Gizi Anak-anak di Dunia

Health | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 20:01 WIB

Menkes NIla Klaim Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Prevalensi Stunting

Menkes NIla Klaim Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Prevalensi Stunting

Health | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 14:05 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

×