Pemerintah Beberkan Tantangan Utama Pengentasan Stunting, Apa Saja?

M. Reza Sulaiman, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 02 November 2019 | 09:05 WIB
Pemerintah Beberkan Tantangan Utama Pengentasan Stunting, Apa Saja?
Ilustrasi anak stunting alias tumbuh pendek. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Beberkan Tantangan Utama Pengentasan Stunting, Apa Saja?

Pemerintah mengaku akan serius menanggulangi permasalahan stunting di Indonesia. Hal ini dikatakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang menyebut pengentasan stunting penting bagi masa depan sumber daya manusia Indonesia.

Meski begitu, ia mengakui bahwa masih ada tantangan dalam pengentasan stunting. Yang pertama, adalah pengetahuan masyarakat yang masih minim soal kondisi yang bisa menghambat tumbuh kembang anak tersebut.

"Yang pertama tentu pemahaman masyarakat terhadap masalah stunting. Kemudian budaya masyarakat itu. Ini yang nanti kita akan lakukan, selain mereka paham. Makanya kita ingin mereka paham sebelum menikah. Dari mulai pra-nikah sudah tahu. Kemudian mengubah kebiasaan yabg bisa menimbulkan terjadinya stunting itu," tutur Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jumat (1/11/2019).

Hal senada juga dikatakan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pengentasan stunting harus dimulai sejak sebelum menikah. Setelah ibu memiliki pengetahuan yang cukup soal stunting, tahap selanjutnya adalah memastikan gizi anak terpenuhi sejak kehamilan.

Terawan juga menyebut penting koordinasi dan sinergi lintas sektor antara seluruh kementerian dan lembaga.

"Kemudian adalah saat ibu hamil, 1.000 hari kehidupan dari bayi. Dan kita pantau terus dari lahir melalui kartu menuju sehat. Kita lihat juga asupan-asupan. Mulai pemberian asi selama enam bulan secara eksklusif. Kemudian baru ditambahkan makanan-makanan bergizi liannya seperti penambahan protein dan sebagainya," terang Terawan.

Tak lupa, ia juga menekankan soal pentingnya imunisasi bagi pencegahan stunting. Imunisasi merupakan langkah awal pencegahan penyakit pada anak. Jika anak diimunisasi, maka risikonya terserang penyakit-penyakit yang bisa menghambat tumbuh kembang akan berkurang.

"Bahkan imunisasipun bisa memengaruhi kalau imunisasinya tidak tercakup dengan baik, kalau imunisasi dasarnya ya akan memengaruhi juga dia dalam pertumbuhannya karena kena penyakit dan sebagainya," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggulangi Stunting, Wapres Ma'ruf Amin Beberkan Langkah Pemerintah

Tanggulangi Stunting, Wapres Ma'ruf Amin Beberkan Langkah Pemerintah

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 21:55 WIB

Jadi Menkes, dr Terawan Diperintah Jokowi Selesaikan 2 Masalah Ini

Jadi Menkes, dr Terawan Diperintah Jokowi Selesaikan 2 Masalah Ini

Health | Kamis, 24 Oktober 2019 | 20:48 WIB

Cegah Stunting, Remaja Perlu Mendapat Edukasi Soal Gizi dan Nutrisi

Cegah Stunting, Remaja Perlu Mendapat Edukasi Soal Gizi dan Nutrisi

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:43 WIB

Terkini

Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?

Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim

Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut

Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?

Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City

Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari

Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan

Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu

Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:02 WIB

×