Pelaku Seni dan Budayawan Tetap Berkarya Ditengah Pandemic Corona

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 24 April 2020 | 13:22 WIB
Pelaku Seni dan Budayawan Tetap Berkarya Ditengah Pandemic Corona
Pekerja seni dan budaya melakukan pertunjukan melalui sistem dalam jaringan (daring). (Dok : Kemendikbud).

Suara.com - Selama masa pandemi Covid-19 Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan sejumlah pekerja seni dan budaya melakukan pertunjukan melalui sistem dalam jaringan (daring).  

Adapun program yang diberi nama #bahagiadirumah, yang disiarakan di media sosial youtube dengan akun #budayasaya tak lain sebagai langkah wujud nyata pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan. 

Disisi lain sebagai bentuk peran aktif untuk membantu pekerja seni dan budaya yang terdampak pandemi COVID-19. Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid. Ia berharap program tersebut dapat memberikan kesempatan kepada pekerja seni dan budaya agar tetap produktif. 

Selain itu dapat membantu masyarakat umum secara luas belajar banyak tentang kekayaan seni dan budaya negeri sendiri. " Kita harapkan program tersebut dapat membantu para pelaku seni dan budaya berperan aktif dalam kebudayaan. Dan juga sebagai sajian bagi pencinta seni dan budaya saat pademi Covid-19," jelas Hilmar. 

Lanjut Hilmar bahwa program program tersebut dapat disajikan akun YouTube  resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yakni #budayasaya. Harapannya kedepan menjadi wadah bagi pekerja seni dan budaya untuk berkreatifitas, meskie hadapi pademi Covid-19.

Ditegaslan Hilmar program yang sudah berjalan sejak 30 Maret kemarin dibuat oleh para seniman di rumah masing-masing. Dalam perkembangan ke depan, pemerintah akan menyediakan platform yang besar untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, misalnya melalui siaran televisi, dan menggandeng lebih banyak komunitas kreatif dan lembaga budaya.

"Kemendikbud membantu dari segi produksi dan menyiarkan hasilnya melalui akun Budayasaya. Tapi selanjutnya kita ingin menggandeng lebih banyak komunitas kreatif, lembaga kebudayaan, dan siaran televisi, agar jangkauannya lebih luas," ujar Hilmar.
 
Sehingga kata Hilmar bahwa kegiatan tersebut sebagai sejarah bagi para pekerja seni dan pelaku budaya, karena untuk pertamakalinya mereka melakukan pertunjukan dan berbagi pengetahuan dari rumah masing-masing. 

Menurutnya hingga hari ini tercatat puluhan pekerja seni dan budaya yang sudah turut berpartisipasi dalam program #bahagiadirumah tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang sebesar-besarnya terhadap dukungan yang diberikan pelaku seni dan budaya. 

Dia berharap hal yang telah dilakukan sejumlah pelaku seni dan budaya dapat diikuti oleh pelaku seni dan budaya lain yang belum terlibat sebelumnya. “Bersama kita bersinergi, dari masyarakat kembali ke masyarakat dan sebesar-besarnya manfaat juga untuk masyarakat,” tutupnya.

baca juga

Pertunjukan daring yang dapat disaksikan secara langsung atau tunda ini, selain diisi berbagai kegiatan seni juga memberikan pengetahuan mengenai banyak cabang seni, seperti tari, melukis, bermusik hingga cara memproduksi film. Untuk informasi waktu dan agenda lebih lanjut, dapat dilihat melalui media sosial budayasaya, seperti Instagram, Twitter, dan Facebook.

Yang terpenting dalam kondisi bagaimanapun, jika tidak terlalu perlu berpergian usahakan #dirumahaja ya, karena dengan adanya program ini kita bisa merasa #bahagiadirumah.

Beberapa penampilan dari pelaku para pelaku seni dan budaya, yakni sajiannya dari Didi Nono Towok de gan kreativitasnya seni tari,  para penyair dan puisi, konser musik suarasama , pertunjukan musik orkestra Jakarta City Philharmonic.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendikbud Buka Rekrutmen Calon Guru, Dosen dan Pamong Guru

Kemendikbud Buka Rekrutmen Calon Guru, Dosen dan Pamong Guru

News | Senin, 20 April 2020 | 19:49 WIB

Dibuat  Lebih Fleksibel, Dana BOS Tetap Bisa Digunakan Honor Guru Non PNS

Dibuat Lebih Fleksibel, Dana BOS Tetap Bisa Digunakan Honor Guru Non PNS

News | Sabtu, 18 April 2020 | 21:32 WIB

Jadwal Belajar dari Rumah 17 April 2020 di TVRI: Yuk, Mengenal Ayam Betutu!

Jadwal Belajar dari Rumah 17 April 2020 di TVRI: Yuk, Mengenal Ayam Betutu!

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2020 | 05:00 WIB

Belajar dari Rumah Melalui TVRI

Belajar dari Rumah Melalui TVRI

Foto | Senin, 13 April 2020 | 19:37 WIB

Berjalan 3 Bulan, Ini Jadwal dan Program Belajar dari Rumah TVRI

Berjalan 3 Bulan, Ini Jadwal dan Program Belajar dari Rumah TVRI

Video | Senin, 13 April 2020 | 16:33 WIB

Dukung Belajar dari Rumah, Ini Jadwal Pemutaran Film Indonesia di TVRI

Dukung Belajar dari Rumah, Ini Jadwal Pemutaran Film Indonesia di TVRI

News | Minggu, 12 April 2020 | 19:11 WIB

Terkini

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'

Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi

Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya

Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU

Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik

Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:07 WIB

×