Hari Peduli Sampah Nasional, Dubes RI London Ajak Masyarakat Bijak Memilah

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 22 Februari 2021 | 16:33 WIB
Hari Peduli Sampah Nasional, Dubes RI London Ajak Masyarakat Bijak Memilah
Ilustrasi sampah (unsplash)

Suara.com - Hingga kini persoalan sampah masih menjadi masalah bagi banyak negara di dunia tidak terkecuali Indonesia. Oleh sebab itu, pada Hari Peduli Sampah Nasional, Dubes RI London, Desra Percaya mengajak seluruh elemen untuk bersama mengatasi persoalan itu.

“Implementasi ekonomi sirkular dan adopsi program ‘waste to energy’ perlu diterapkan. Selain itu, penguatan manajemen sampah juga penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan yang dapat terwujud dengan dijalinnya kemitraan dengan berbagai pihak,” Desra dalam keterangannya, Senin, (22/2/2021).

Sementara itu, Managing Director Waste4Change M. Bijaksana Junerosano, juga menyampaikan pentingnya mengubah pola pikir untuk menghindari proses ekonomi linier dengan pola beli-pakai-buang menjadi pola pikir ke arah circular economy yaitu reduce-reuse-recycle-dispose. Hal itu perlu dilakukan dalam upaya mengurangi kerusakan lingkungan dan mendorong ekonomi hijau.

Ilustrasi tas daur ulang. (Pixabay)
Ilustrasi tas daur ulang. (Pixabay)

Ia juga mengajak membangun bersama tata kelola persampahan Indonesia. Tata kelola ini terdiri dari penegakan hukum dan kebijakan yang tepat, sistem kemitraan antar pihak yang jelas, dan paling krusial adalah mekanisme pembiayaan yang berkeadilan.

Kemudian, Saka Dwi Hanggara (Mas Saka), Waste Management Trainer Waste4Change memaparkan banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah, termasuk memanfaatkan sampah melalui proses recycle dan upcycle.

Saka juga menekankan arti penting pemisahan sampah dengan lebih detil untuk memudahkan pengelolaan sampah. Selain itu, Saka juga membagikan tips “3 AH” yang bisa dilakukan di rumah dalam upaya mengurangi sampah yaitu Cegah, Pilah dan Olah.

Pada sesi diskusi, Ferial Hadi, Ketua DWP KBRI Brussels, menyampaikan perhatiannya terhadap aspek penegakan hukum di Indonesia bagi orang yang membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan polusi dan pencemaran lingkungan.

Sementara itu, jauh dari Senegal, Nia Zulhadji, anggota DWP KBRI Dakar sangat antusias dengan paparan mengenai cara membuat kompos yang disampaikan Mas Saka. “Ternyata membuat kompos juga ada trik dan caranya. Selama ini saya hanya langsung masukkan ke dalam tanah dan tulang sisa makanan juga saya masukkan. Ternyata saya salah…walaupun sedikit”.

Dalam penutupannya, Ketua DWP KBRI London, Sari Percaya menggarisbawahi pentingnya memupuk rasa peduli akan dampak buruk sampah bagi lingkungan. Rasa peduli tersebut perlu diterjemahkan menjadi aksi yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga secara kontinu demi berkontribusi mengurangi sampah dan dalam jangka panjang berpotensi menjadikan sampah menjadi sumber ekonomi.

Baca Juga: Nasib ART, Gaji 8 Tahun Tak Dibayar Majikan dan Makan Dari Tong Sampah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI