Masker bedah atau yang lebih sering disebut sebagai masker medis telah dihimbau pemerintah untuk digunakan secara maksimal menghindari virus korona. Terlebih saat varian covid-delta yang lebih ganas dan mudah menular muncul di tanah air beberapa waktu belakangan ini.
Bagi sebagian masyarakat bawah, masker medis berkualitas dengan tiga lapisan (3-ply) masih menjadi barang cukup langka di pasaran. Dan harganya pun dirasakan cukup mahal di tengah tekanan ekonomi yang terjadi saat pandemi ini.
Atas banyak masukan dari berbagai lapisan masyarakat, ormas dan arahan pemerintah, Aice Group merasa terpanggil untuk bersama-sama membantu masyarakat dalam menghindari virus berbahaya ini.
Sebagai produsen es krim yang memiliki infrastruktur produksi sangat besar dan ratusan ribu jaringan warung di masyarakat, Aice Group menjadikan masker medis sebagai modal sosialnya.
“Setelah kami mampu memproduksi masker medis sendiri di pabrik Aice Mojokerto tahun lalu, kami mendapat banyak masukan dari stakeholders. Itulah mengapa Aice mendedikasikan jutaan masker yang kami produksi tiap bulan sebagai donasi penuh ke masyarakat. Dan yang tak kalah penting masker medis 3-ply ini menjadi sarana edukasi dan kerjasama sosial semua anak bangsa dalam menghadapi pandemi,” jelas Sylvana.
Tercatat, hingga saat ini, Aice Group telah menyalurkan lebih dari 50 juta masker medis selama pandemi berlangsung, baik melalui distributor dan jaringan warungnya maupun gerakan bersama organisasi kemasyarakatan. Cara yang dilakukan Aice bersama banyak kalangan masyarakat seperti pedagang warung, petugas kebersihan, tenaga kesehatan, hingga netizen ini adalah strategi yang efisien dan efektif. “Mudah-mudahan ini jadi ikhtiar bersama semua anak bangsa agar pandemi segera usai di negeri kita,” tutup Sylvana. (*)