alexametrics

Founder Zeta Bags Beri Edukasi ke Netizen soal Barang Branded Agar Tak Mudah Tertipu

Ferry Noviandi
Founder Zeta Bags Beri Edukasi ke Netizen soal Barang Branded Agar Tak Mudah Tertipu
Trisha Chas, founder Zetha Bags. [Instagram]

Banyaknya kasus penipuan soal kasus tas branded cukup mengusik Trisha Chas.

Suara.com - Trisha Amanda Ardi Chas dikenal sebagai seorang pebisnis dan kurator tas branded. Perempuan berhijab yang disapa Trisha Chas ini juga diketahui memiliki butik tas branded bernama Zeta Bags di kawasan elit Kemang, Jakarta Selatan.

Zeta Bags mulai beroperasi pada 2014 dan fokus pada bisnis jual-beli dan titip-jual branded items luxury seperti Hermes, Chanel, Gucci, Louis Vuitton dan Europe brands lainnya. Trisha Chas merasa bisnis yang ia lakoni ini sesuai dengan passionnya.

Trisha Chas bersama tas koleksinya di butik Zeta Bags. [Instagram]
Trisha Chas bersama tas koleksinya di butik Zeta Bags. [Instagram]

Lantas, bagaimana awal cerita Trisha Chas bisa mencintai dan kini menjadi salah satu kurator tas branded yang cukup diakui? Semua bermula saat Trisha masih kecil. Ayah Trisha adalah pengusaha Spa for Leather khusus menangani bahan kulit berkualitas dan branded fashion.

"Sejak saat itu saya jatuh cinta dan bertekad akan mengoleksi dan mengumpulkan barang tersebut dengan uang saya sendiri," kata Trisha Chas, seperti dalam keterangan pers yang diterima Suara.com.

Dari situ, Trisha Chas menjalankan bisnis jual-beli dan titip-jual branded items. Awalnya, bisnis ini dijalankan Trisha dari rumah dengan memanfaatkan media sosial. Dengan kualitas barang yang ditawarkan, nama Trisha pun mulai dipercaya dan bisnisnya berjalan sukses. Ia kemudian membuka kantor dan butik Zeta Bags pada 2014 dan terus berkembang hingga saat ini.

Trisha Chas, founder Zetha Bags dan Anissa Yudhoyono. [Instagram]
Trisha Chas, founder Zetha Bags dan Anissa Yudhoyono. [Instagram]

"Dengan terus memperbaiki diri, bekerja keras dengan maksud yang baik, saya yakin usaha saya akan terus berkembang," ujar Trisha Chas.

Dari bisnisnya ini pula, Trisha Chas mulai mengoleksi barang-barang branded dan mulai belajar menjadi seorang Branded Fashion Curator yang mampu menganalisa dari sisi keaslian, ekonomi dan kultural dari barang-barang branded tersebut.

"Berbekal pengalaman dan pelajaran masa kecil tentang dunia bahan kulit, saya bisa menganalisa keotentikan, keaslian barang tersebut secara langsung. Juga menganalisa bagaimana barang-barang itu bisa berdampak pada kehidupan sosial ekonomi Indonesia," imbuh perempuan asal Medan ini.

Trisha Chas, founder Zetha Bags bersama sang suami di butik miliknya. [Instagram]
Trisha Chas, founder Zetha Bags bersama sang suami di butik miliknya. [Instagram]

Maraknya kasus penipuan berkedok tas branded pun cukup mengusik Trisha Chas. Dengan keahlian yang dimiliki, Trisha pun mencoba mengedukasi masyarakat dengan mengenalkan sekaligus mengedukasi barang branded mulai dari tren, model, keaslian tips hingga fashion melalui akun Instagram-nya, @trishachas.

Hal ini ia lakukan agar followers maupun masyarakat tak mudah tertipu barang branded palsu. Dengan begitu, Trisha Chas bisa menjadi sosok entrepreneur yang bermanfaat bagi masyarakat, keluarga dan orang yang membutuhkan, sehingga membuatnya tetap bisa bertahan dari semua tantangan bisnis.

Trisha Chas, founder Zetha Bags bersama Ivan Gunawan. [Instagram]
Trisha Chas, founder Zetha Bags bersama Ivan Gunawan. [Instagram]

Di luar kesibukannya menjalankan bisnis, perempuan 32 tahun itu terus mengasah pengetahuan dan belajar mengenai hal baru. Trisha juga akan terus mengembangkan bisnisnya, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan semakin bermanfaat bagi masyarakat, agama dan negara.

"Goals utama saya hanya satu, ingin jadi pengusaha sukses dunia akhirat seperti sahabat Rasulullah,Abdurrahman bin Auf. Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan bermanfaat untuk masyarakat, agama, dan negara," tutur Trisha Chas.