Terapkan Inovasi Sosial dan Lingkungan Grup ANJ Raih Dua Proper Emas dari KLHK

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 31 Desember 2021 | 11:21 WIB
Terapkan Inovasi Sosial dan Lingkungan Grup ANJ Raih Dua Proper Emas dari KLHK
Grup ANJ meraih dua proper emas dari KLHK. (Dok: ANJ)

Suara.com - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan di pengujung 2021. Melalui dua anak perusahaannya, PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) berhasil mendapat penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Anugerah PROPER Emas tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden,  dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya  di Gedung II Istana Wakil Presiden RI dan secara virtual melalui siaran langsung Youtube pada 28 Desember yang lalu. Untuk SMM ini adalah PROPER Emas kedua yang telah diraih dalam dua tahun berturut-turut, sedangkan untuk ANJA ini adalah PROPER Emas yang pertama.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden an bahwa selama 24 tahun, PROPER telah berkembang menjadi platform bagi dunia usaha untuk melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Dalam acara yang mengangkat tema PROPER.

Wakil Presiden berharap, dengan adanya berbagai kriteria yang telah ditetapkan dapat semakin memacu dunia usaha untuk tidak hanya fokus pada pencapaian profit, tetapi juga peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Lucas Kurniawan, Direktur Utama ANJ mengatakan bahwa sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki komitmen tinggi terhadap perlindungan lingkungan, pencapaian ini merupakan wujud komitmen manajemen dan kerja sama seluruh karyawan serta dukungan stakeholder terkait, pemerintah dan masyarakat.

"Pengelolaan lingkungan yang baik dan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu elemen penting bagi keberlanjutan operasi perusahaan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah dan berkontribusi positif bagi masyarakat tempat kami beroperasi melalui bisnis dan kegiatan yang bermanfaat secara sosial, lingkungan, dan ekonomi Lucas," tuturnya.

Dalam seluruh kegiatan operasinya, ANJ selalu berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup serta pelibatan dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam program. Pada tahun ini, SMM telah berhasil mengembangkan program Sawah Apung dan ANJA berhasil mengembangkan program Tani Mandiri. Dua program inilah yang berhasil mengantarkan SMM dan ANJA untuk memenangkan PROPER Emas.

SMM, anak perusahaan ANJ di Belitung, membina Kelompok Tani Suka Maju di Desa Jangkang, Belitung Timur untuk menanam padi dengan metode terapung menggunakan rakit yang ditanam di lahan rawa atau daerah rawan banjir. Metode ini dinilai memberikan hasil panen yang lebih besar jika dibandingkan dengan sawah konvensional. Berdasarkan perkiraan hasil panen gabah kering, rata-rata hasil panen di Belitung Timur adalah 3-4 ton per hektar. Sementara itu, satu hektar lahan yang menggunakan teknologi sawah apung dapat menghasilkan antara 7-8 ton beras hampir dua kali lipat jumlahnya.

Sedangkan, ANJA, anak perusahaan ANJ di Binanga, Sumatra Utara, mengembangkan program Tani Mandiri yang muncul atas dasar keresahan masyarakat binaan Desa Tobing Jae, Kecamatan Huristak terkait serangan hama tikus, burung pipit dan serangga yang telah mengakibatkan kegagalan panen mencapai 60% di Tahun 2017. Selain itu, pengendalian hama masih menggunakan bahan kimia yang dapat merugikan lingkungan sekitar.

baca juga

Saat ini, terdapat dua kelompok tani yang terlibat aktif sebagai binaan, yaitu Kelompok Tani Sinar Jaya 1 dan Kelompok Sinar Jaya 2 dengan total petani sebanyak 46 orang. Sejak dimulainya pembinaan, progam ini telah berhasil memanfaatkan limbah pertanian jerami padi sebesar 7.924 kg dan TBK (Tandan Buah Kosong) sebesar 6.751 kg sebagai media tanam turnera subulata. Sudah ada sebanyak 6.000 bibit tanaman turnera subulata yang tertanam dengan menggunakan media tanam tersebut. Telah terpasangnya 5 gupon dengan total 10 burung hantu sebagai predator alami pembasmi serangan tikus, dan juga telah terpasang 2 bah teknologi sederhana pengusir burung pipit.

"Kami berusaha untuk menciptakan pertanian ramah lingkungan dengan mengembangkan beberapa inovasi yang sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produktivitas perusahaan. Salah satunya, inovasi biomassa yang terbuat dari cangkang dan serat kelapa sawit, serta membuat kompos dari tandan kosong (EFB) dan pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME). Langkah ini merupakan wujud konkret kebijakan Nol Sampah (Zero Waste) dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang diusung perusahaan," ujar Lucas.

Selain SMM dan ANJA, anak perusahaan ANJ lainnya, yaitu PT Kayung Agro Lestari (KAL) yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat juga berhasil meraih PROPER Biru. Penghargaan Peringkat Biru diberikan kepada pelaku usaha dan atau industri yang telah mentaati peraturan lingkungan dan telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan yang di persyaratkan oleh KLHK. Dalam penilaiannya terdapat beberapa aspek penilaian sesuai bidang usaha, seperti pengelolaan Limbah B3, pengendalian Pencemaran Udara, dan pengendalian pencemaran air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TPST Samtaku Jimbaran Wujud Tanggung Jawab Produsen Pada Kemasannya

TPST Samtaku Jimbaran Wujud Tanggung Jawab Produsen Pada Kemasannya

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 11:47 WIB

Di Ajang ODICOFF, 3 Perusahaan Turki Tandatangani Kerja Sama dengan Petani Kopi Indonesia

Di Ajang ODICOFF, 3 Perusahaan Turki Tandatangani Kerja Sama dengan Petani Kopi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 Desember 2021 | 13:55 WIB

Sisi Marketing Dan Pariwisata Jadi Alasan KLHK Prioritaskan Bali Untuk Tata Kelola Sampah

Sisi Marketing Dan Pariwisata Jadi Alasan KLHK Prioritaskan Bali Untuk Tata Kelola Sampah

Bali | Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:41 WIB

Jajaki Peluang Ekspor Produk Agroforestry, KLHK Ikut Serta Dalam ODICOFF

Jajaki Peluang Ekspor Produk Agroforestry, KLHK Ikut Serta Dalam ODICOFF

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 11:25 WIB

Wujudkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, KLHK Luncurkan SILIN Merbau dan SI-CAKAP

Wujudkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, KLHK Luncurkan SILIN Merbau dan SI-CAKAP

News | Selasa, 30 November 2021 | 08:43 WIB

KLHK dan PPKH Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Perbukitan Menoreh

KLHK dan PPKH Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Perbukitan Menoreh

News | Minggu, 28 November 2021 | 20:37 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×