alexametrics

KLHK dan PPKH Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Perbukitan Menoreh

Fabiola Febrinastri
KLHK dan PPKH Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Perbukitan Menoreh
Rehabilitasi DAS di Jateng. (Dok: KLHK)

Jumlah bibit yang akan ditanam sebanyak 901.955 batang.

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan para pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di perbukitan Menoreh, Jawa Tengah.

Kick-off penanaman dalam rangka Rehabilitasi DAS dilaksanakan Minggu (28/11/2021), yang bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tahun 2021.

Hadir pada kegiatan ini, mewakili Menteri LHK yaitu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDAS-RH), KLHK, Helmi Basalamah.

Helmi menyampaikan, secara keseluruhan kelima pemegang PPKH akan menanam seluas 1.656  hektare yang tersebar pada 13 desa di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, serta Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY.

Baca Juga: Indonesia Terpilih sebagai Direktur Eksekutif ITTO

"Tujuan yang paling utama dari kegiatan ini adalah untuk memulihkan lingkungan, khususnya untuk menjaga menara air alami, meningkatkan produktifitas masyarakat, mendukung daerah wisata borobudur, menambah tutupan hutan, mitigasi bencana dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terang Helmi.

Jumlah bibit yang akan ditanam sebanyak 901.955 batang, terdiri dari jenis tanaman MPTS (Multi Purpose Trees Spesies) diantaranya durian, alpukat, kelengkeng, manggis, dan sejenisnya, serta tanaman yang mendukung tata air seperti jambu air, gayam, dan sebagainya.

Kegiatan penanaman rehabilitasi DAS di kawasan perbukitan Menoreh ini akan berlangsung selama minimal 3 tahun, dan diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebesar 87.439 HOK.

Komentar