facebook

Di Tengah Pandemi, Penjualan Sekar Bumi pada 2021 Naik Signifikan Berkat Ekspor Udang

Fabiola Febrinastri
Di Tengah Pandemi, Penjualan Sekar Bumi pada 2021 Naik Signifikan Berkat Ekspor Udang
Di tengah pandemi, penjualan sekar bumi naik berkat ekspor udang. (Dok: Sekar Bumi)

Sekar Bumi Tbk mengalami peningkatan penjualan sebanyak lebih dari dua kali lipat.

Suara.com - Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi pandemi Covid-19, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) masih tetap mengejar kenaikan penjualan sekitar 22 persen per 31 Desember 2021, yang didukung oleh penjualan ekspor udang yang meningkat. Kenaikan penjualan juga ditambah dengan kenaikan permintaan pasar domestik seiring peluncuran #JagoanDumpling, salah satu produk makanan olahan dimsum yang menjadi andalan perusahaan.

Dalam laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2021, perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan yang signifikan, bahkan jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir.

PT Sekar Bumi Tbk mengalami peningkatan penjualan sebanyak lebih dari dua kali lipat, yaitu pada tahun 2017 sebesar Rp1.841.487.199.828 menjadi Rp3.847.887.478.570 pada tahun 2021. Makanan beku hasil laut nilai tambah (frozen valueadded seafood) menjadi kontributor terbesar dalam peningkatan tersebut.

Kenaikan penjualan meningkatkan profit dari Rp5,4 miliar tahun lalu, menjadi Rp29,7 miliar pada tahun ini.

Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk, Harry Lukmito, mengatakan, kenaikan penjualan ini juga didukung dengan pabrik-pabrik pengolahan udang di Tangerang maupun Sidoarjo. Selain itu, SKBM juga menerima persetujuan sebagai approved-supplier supermarket (retailer) besar di Amerika Serikat, seperti Walmart, Costco, Kroger, Ahold, Publix, Aldi, Woolworths, dan sebagainya.

“PT Sekar Bumi Tbk juga mengantongi sertifikat internasional, yang diakui seperti Best Aquaculture Practice 4-Star, yaitu integrasi dari benur udang, pakan udang, tambak udang, dan pabrik udang. Ditambah dengan traceability system yang mampu menunjang keunggulan perusahaan,” tambah Harry.

Pada 2021, Sekar Bumi mengakui pembukuan positif yang terjadi juga didorong oleh ragam kegiatan perusahaan, salah satunya peluncuran produk-produk makanan olahan terbaru tahun lalu, seperti produk #JagoanDumpling dengan varian isi keju, bolognese, rendang, kari dan ayam. Produk makanan olahan lainnya, seperti bakso-baksoan, ebi furai, fish roll, dan lainnya dipasarkan di bawah merek Bumifood dan Mitraku.

Secara geografis, wilayah ekspor seperti Amerika Serikat menjadi penunjang terkuat dalam peningkatan penjualan, termasuk pasar domestik di Indonesia yang turut menyokong peningkatan tersebut, dengan Pulau Jawa menjadi kontributor terbesar di Indonesia.

“Sekar Bumi optimistis untuk dapat membukukan pendapatan positif kembali di tahun ini melalui upaya kami dalam menghadirkan inovasi produk perikanan dengan menggenjot pasar domestik dan mempertahankan kekuatan kami di pasar ekspor," tandas Harry.