Dua Organisasi dari Indonesia Digandeng Untuk Ikut Benahi Tata Kelola Sampah Plastik di Asia Tenggara

Vania Rossa

Senin, 15 Agustus 2022 | 14:26 WIB
Dua Organisasi dari Indonesia Digandeng Untuk Ikut Benahi Tata Kelola Sampah Plastik di Asia Tenggara
The Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge Benahi Tata Kelola Sampah Plastik di Asia Tenggara

Suara.com - The Incubation Network meluncurkan program akselerator yang bertajuk Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge untuk mendorong solusi inovatif yang fokus pada kegiatan daur ulang dan upcycling sampah plastik. Program yang dilakukan bersama Global Plastic Action Partnership, UpLink dari World Economic Forum, dan Alliance to End Plastic Waste telah memilih lima inovator yang akan berpartisipasi dalam program yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka selama lima bulan ke depan.

Dua organisasi dari Indonesia yang terpilih untuk mengikuti program ini adalah Bank Sampah Bersinar dan Kibumi.

Sepanjang periode pendaftaran, program ini telah menerima lebih dari 100 pendaftaran melalui platform UpLink. Dari seluruh pendaftar tersebut, 48 kandidat telah disaring kembali oleh periset akademis, praktisi keberlanjutan, inovator, serta ahli iklim dan ekonomi sirkuler.

Lima inovator yang terpilih akan menerima kesempatan untuk mengembangkan kemitraan, mendapatkan mentorship, meningkatkan profil, memperluas akses ke jaringan, dan mendapatkan hibah untuk mengembangkan solusi mereka.

“Di The Incubation Network, kami berkomitmen untuk mendukung usaha lokal yang membuat solusi-solusi untuk mencegah kebocoran sampah plastik. Komitmen kami hadir tidak hanya melalui program Plastic Waste to Value Southeast Asia Challenge namun juga melalui program Informal Plastic Collection Innovation Challenge yang kami lakukan tahun lalu. Melalui program tersebut kami telah mampu mendukung berbagai inovator yang memiliki misi meningkatkan efektivitas pengumpulan dan daur ulang sampah plastik melalui peningkatan taraf hidup, transparansi, kapasitas, dan peran dari sektor informal,” kata Simon Baldwin, Direktur, The Incubation Network, mengutip siaran tertulis yang diterima Suara.com.

Salah satu alasan diadakannya tantangan ini karena solusi-solusi berkelanjutan untuk menghadapi tantangan global polusi plastik semakin dibutuhkan. Berbagai data memperkirakan bahwa sekitar dua juta ton sampah plastik atau 17% mencemari laut pada 2017-2019. Sampah-sampah ini berasal dari Indonesia , Filipina , Thailand , dan Vietnam .

Namun, tidak hanya mencemari laut, sampah plastik yang dibakar atau dibuang sembarangan juga memberikan ancaman bagi lingkungan dan biodiversitas.

“Solusi inovatif berperan penting dalam tata kelola sampah di Asia Tenggara. Untuk itu, kami bangga dapat bekerja sama dengan The Incubation Network dan Alliance to End Plastic Waste untuk menyeleksi berbagai inovator yang memiliki solusi berdampak langsung untuk meningkatkan nilai sampah plastik. Kami tidak sabar untuk meningkatkan profil dan tentunya dampak mereka di Asia Tenggara,” kata Poonam Watine, Knowledge Specialist, Global Plastic Action Partnership.

Para inovator ini telah diseleksi berdasarkan kontribusi mereka di salah satu area fokus ini, yaitu:

baca juga
  • Meningkatkan jumlah sampah plastik yang dikelola, diproses, dan/atau didaur ulang
  • Mendukung peningkatan operasional dari pengelolaan sampah plastik dan daur ulang
  • Meningkatkan kondisi kerja organisasi pengelolaan sampah dan daur ulang

Dan mereka yang terpilih adalah:

1. Bank Sampah Bersinar (Indonesia)
Bank Sampah Bersinar adalah perusahaan sosial yang memberikan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas.

2. Kibumi (Indonesia)
Kibumi adalah perusahaan rintisan yang memperkuat rantai pasok daur ulang plastik melalui digitalisasi dan modernisasi tempat pengumpulan sampah.

3. Plastic People (Vietnam)
Plastic People mendaur ulang (upcycle) sampah plastik menjadi produk seperti furnitur dan aksesoris.

4. Envirotech Waste Recycling Inc. (Filipina)
Envirotech mengumpulkan sampah plastik sekali pakai dan mengubahnya menjadi produk yang berguna seperti furnitur untuk digunakan di sekolah-sekolah di Filipina.

5. TerraCycle Global Foundation (Thailand)
TerraCycle Global Foundation memberikan solusi yang mudah, inovatif, dan berdampak luas untuk mencegah, menarik, dan mendaur ulang sampah dari lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembayaran SIM dan SKCK di Cirebon Bisa Pakai Sampah, Kapolresta: Ada Ruangan Khusus Tanpa Antre

Pembayaran SIM dan SKCK di Cirebon Bisa Pakai Sampah, Kapolresta: Ada Ruangan Khusus Tanpa Antre

News | Senin, 15 Agustus 2022 | 13:37 WIB

Mulung dengan Sopan, Bapak Ini Setia Tunggu Sampah Dikeluarkan dari Toko, Aksinya Panen Pujian

Mulung dengan Sopan, Bapak Ini Setia Tunggu Sampah Dikeluarkan dari Toko, Aksinya Panen Pujian

Video | Senin, 15 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Jaga Kondisi Bank Sampah Tetap Sehat, DLH Kota Yogyakarta Bentuk Klinik Bank Sampah

Jaga Kondisi Bank Sampah Tetap Sehat, DLH Kota Yogyakarta Bentuk Klinik Bank Sampah

Jogja | Minggu, 14 Agustus 2022 | 14:11 WIB

Terkini

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

×