Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan webinar bertajuk #MakinCakapDigital pada Senin (10/10/2022). Kegiatan yang mengusung tema “Cara Bikin Konten Belajar yang Menarik” ini dilakukan secara daring dengan diikuti oleh 400 partisipan.
Menariknya, partisipan tidak hanya dari kaum muda milenial saja, tapi juga siswa-siswi dari beberapa sekolah di Papua-Maluku yang mengadakan kegiatan “nonton bareng” di kelas untuk mengikuti pelatihan ini. Webinar ini berlangsung kurang lebih 120 menit, dihadiri oleh Patria Prathama sebagai moderator, serta narasumber-narasumber yang sudah ahli dibidangnya yaitu Yulia Dian Candra Kusuma (Digital Nomad, Individual Consultant), Chris Jatender (Kaprodi TI), dan Putri Masyita (Digital Content Creator).
Sesuai data yang tercatat pada Januari 2022 bahwa pengguna aktif media digital di Indonesia saat ini telah mencapai 191 juta orang, dan angka ini selalu bertambah setiap harinya. Berbagai macam konten telah diproduksi oleh para penggiat atau konten kreator dari platform media digital masing-masing. Tidak sedikit konten-konten yang dibuat menyalahi aturan, tidak adanya batas privasi, melanggar hak cipta dan karya intelektual, serta menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Dengan adanya program pelatihan ini Kemenkominfo ingin anak-anak muda Indonesia semakin cakap digital, sehingga konten-konten yang dihasilkan lebih taat peraturan dan sesuai dengan norma yang berlaku.
Yulia menjelaskan, digital kini sudah menjadi budaya, jati diri kita dalam ruang digital sebenarnya tak berbeda jauh dengan dunia non digital. Digitalisasi budaya memungkinkan kita untuk mendokumentasikan budaya, serta dapat menjadi peluang untuk mengasah kreativitas.
Dengan cara, memasukan unsur budaya dalam konten belajar kita, menjadikan sedikit lebih beda, sehingga lebih baik untuk dicerna para pelajar.
“Ada beberapa tahapan untuk membuat konten belajar, seperti pertama memilih materi yang akan diangkat, lalu mencari ide dan konsep yang menarik, membuat naskah dan jalan cerita, lalu proses & ujicoba, kemudian dicek dan direvisi jika perlu, terakhir ditayangkan. Proses cukup panjang namun singkat yang menjadikan konten belajar lebih menarik untuk diterima para peserta,” tambah Yulia.