Merajut Selamat Tinggal dan Maulid Adat Bayan Terpilih dalam Festival Film Bulanan November

Fabiola Febrinastri
Merajut Selamat Tinggal dan Maulid Adat Bayan Terpilih dalam Festival Film Bulanan November
Ilustrasi film. (Shutterstock)

Para kurator memilih berdasarkan 3 kriteria utama.

Suara.com - FilmMerajut Selamat Tinggal dan Maulid Adat Bayan menjadi dua film terpilih dalam Festival Film Bulanan periode November. Kedua film tersebut berasal dari Kota Denpasar, Bali dan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Film Merajut Selamat Tinggal memfokuskan teknis sinematografi yang bervariasi untuk menekankan masalah dalam ceritanya, sementara Maulid Adat Bayan berusaha menampilkan keindahan tradisi ritual perayaan agama.

Proses kurasi dilakukan oleh 4 orang kurator, yaitu Mohamad Ariansah, Rahabi Mandra, Damas Cendekia, dan Batara Goempar. Para kurator memilih berdasarkan 3 kriteria utama dalam penilaian, yaitu orisinalitas gagasan atau ide, cara bercerita dalam film pendek, dan kualitas teknik.

Bagi kedua film terpilih tersebut mendapatkan sertifikat, suvenir, dan penayangan poster film di sejumlah area gedung Kemenparekraf sebagai bagian dari ekshibisi. kedua film tersebut juga akan ditayangkan secara premier di kanal YouTube Kemenparekraf selama satu bulan.

“Kami ucapkan selamat untuk film Merajut Selamat Tinggal karya sutradara Intan Khairunnisa dan film Maulid Adat Bayan karya Muhammad Jaya Laksana, kalian berhak maju sebagai nominasi di Malam Anugerah Festival Film Bulanan nanti,” ujar Menparekraf, Sandiaga Uno, Rabu (23/11/2022).

 Ia mengaku senang dengan semangat pantang menyerah sineas dari Indonesia Timur. Dengan keterbatasan akses dan fasilitas, mereka tetap semangat memproduksi film.

“Gali kreativitas dan terus belajar dari pengalaman. Saya percaya teman-teman akan menjadi sineas kebanggaan dan menghasilkan karya yang luar biasa,” katanya.