Tata Rias Semipermanen di Indonesia Kian Disukai, Diharapkan Semakin Banyak Tenaga Ahli yang Go Internasional

Vania Rossa

Selasa, 20 Desember 2022 | 16:24 WIB
Tata Rias Semipermanen di Indonesia Kian Disukai, Diharapkan Semakin Banyak Tenaga Ahli yang Go Internasional
Peresmian PERTASPI. (Dok, PERTASPI)

Suara.com - Tren kecantikan yang terus berubah membuat setiap orang terus mencari solusi praktis untuk upgrade tata riasnya. Salah satu yang kini banyak dicari adalah tata rias semipermanen, seperti sulam kecantikan.

Melihat semakin diminatinya dan permintaan pasar yang kian meningkat, didirikanlah PERTASPI menjadi organisasi resmi yang menaungi para pelaku bisnis dan tenaga ahli/profesional Tata Rias Semipermanen atau Semipermanent Makeup (SPMU) di Indonesia. Tujuannya, agar para pelaku bisnis dan tenaga ahli ini mempunyai kualitas yang bertaraf internasional, sehingga dapat bersaing dengan tenaga ahli/profesional dari negara lain.

Setelah diresmikan beberapa waktu lalu, kini PERTASPI sudah memiliki sekitar 100 anggota aktif dengan berbagai keahliannya di bidang make up semipermanen.

Salah satu anggota PERTASPI, Tania Basir, yang berdomisili di Melbourne, Australia, berbagi pengalamannya memulai bisnis SPMU di saat pandemi.

“Saya mengawali bisnis ini karena tertarik pada kecantikan dan SPMU masih terbuka sekali peluangnya. Saya mulai ikut kursus online selama dua tahun, dari belajar teori, 1 on 1 consultation, latihan pengerjaan menggunakan latex, sampai praktek langsung ke 10 model. Kebetulan akademi sulam
tempat saya belajar ini cukup terkenal dan diakui di Australia maupun secara global," kata Tania Basir yang merupakan Founder House of Beauty Melbourne.

“Pada saat mengerjakan sulam untuk klien pertama, saya sudah merasa cukup terbiasa, karena sudah banyak latihan di latex dan sudah praktek langsung dengan model-model. Hanya, memang harus tetap belajar tentang kulit setiap client dan tentang color correction yang tepat. Kulit orang Australia lebih tipis, lebih sensitif, dan lebih gampang berdarah dibandingkan kulit orang indonesia. Sedangkan karena skin
tonenya juga beda, pemilihan warna juga harus hati-hati. Untuk orang Australia pigment lebih cepat masuk jadi warna tidak bisa terlalu gelap,” lanjut Tania Basir.

Menurut Tania Basir, dari sisi regulasi untuk para tenaga ahli/profesional SPMU, baik yang memiliki home-based business maupun commercial business, di Australia juga jauh lebih jelas dan ketat dari Indonesia.

“Semua tenaga ahli/profesional SPMU harus punya sertifikasi dari badan yang diakui di Australia. Lalu untuk mendaftarkan bisnis kita, akan ada pihak yang datang melakukan inspeksi apakah persyaratan sebagai bisnis SPMU sudah dipenuhi. Untuk home-based business, working space harus terpisah dari living space, ada floor plan nya, semua area harus gampang dibersihkan, harus ada wastafel yang otomatis agar tidak mengganggu pengerjaan, harus punya tempat sampah limbah, dan lain sebagainya," katanya lagi.

Tania Basir menambahkan, “Saya masih terus belajar di bisnis SPMU ini, peluangnya masih besar sekali. Karena ini termasuk kategori tata rias semipermanen, jadi gampang mengikuti perkembangan tren kecantikan yang ada. Misalnya, kalau di Indonesia, kliennya suka tren bentuk alis artis terkenal, kalau di Australia justru suka natural look, agar bisa enhance natural beauty setiap individu. Makanya saya yakin bisnis SPMU ini masih menjanjikan sekali.”

baca juga

Tania Basir mengatakan, “Penting juga untuk bisa ikut sebuah perkumpulan SPMU, karena disitu kita bisa mempelajari teknik terbaru, kenal dengan tenaga ahli/profesional dari berbagai negara, update dengan regulasi dari berbagai negara, sehingga kita bisa membuka peluang bisnis SPMU di negara lain. Saya senang sekali bisa bergabung dengan PERTASPI, jadi nanti pada saat ke Indonesia bisa kenalan dengan tenaga ahli/profesional SPMU Indonesia dan bertukar ilmu. Sebagai tenaga ahli/profesional SPMU, kita harus belajar terus agar bisa jadi profesional yang berkualitas dan bertaraf internasional.”

Anggie Rassly selaku Ketua PERTASPI pun berharap dengan bergabung menjadi anggota PERTASPI para anggotanya, seperti Tania Basir, semakin semangat menjalankan bisnisnya, karena akhirnya sudah ada wadah untuk para tenaga ahli/profesional SPMU Indonesia bertukar insight dan bersama-sama saling memberikan support.

Diharapkan, tahun 2023 nanti, industri SPMU Indonesia akan semakin berkembang dan semakin banyak tenaga ahli/profesional SPMU Indonesia yang bisa go international.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bidik Peluang Bisnis Bagi Perempuan, Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Tata Rias

Bidik Peluang Bisnis Bagi Perempuan, Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Tata Rias

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2022 | 08:16 WIB

7 Tips Make Up untuk Pemula yang Wajib Diamalkan Agar Hasilnya Maksimal

7 Tips Make Up untuk Pemula yang Wajib Diamalkan Agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Jum'at, 16 Juli 2021 | 21:31 WIB

Chacha Frederica Dukung Program Beasiswa Sekolah Tata Rias

Chacha Frederica Dukung Program Beasiswa Sekolah Tata Rias

Lifestyle | Minggu, 10 Maret 2019 | 09:30 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×