Waspada, Jangan Sampai Jadi Korban Kekerasan Berbasis Gender Online

Iman Firmansyah

Rabu, 08 Maret 2023 | 17:30 WIB
Waspada, Jangan Sampai Jadi Korban Kekerasan Berbasis Gender Online
Workshop Literasi Digital dengan tema “Kenali Kekerasan Berbasis Gender Online” Senin, (6/3/2023). (Istimewa)

Suara.com - Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital, Senin, 6 Maret 2023, di Jawa Barat.

Tema yang diangkat adalah “Kenali Kekerasan Berbasis Gender Online” dengan menghadirkan narasumber Founder Sobat Cyber Indonesia Al Akbar R; Kordinator Wilayah Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Astin Meiningsih; dan Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia I Gede Putu Krisna Juliarta.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00. Dalam merespons hal tersebut, Kemenkominfo menyelenggarakan “Workshop Literasi Digital” dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate yang memberikan sambutan secara daring menyampaikan bahwa selain membangun infrastruktur digital, pusat-pusat data, dan telekomunikasi di seluruh Indonesia. Kemenkominfo juga secara langsung mengadakan sekolah vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang bertalenta digital.

“Kemenkominfo menyiapkan program-program pelatihan digital pada tiga level, yaitu Digital Leadership Academy yang merupakan program sekolah vokasi dan pelatihan yang diikuti oleh 200-300 orang per tahun bekerja sama dengan delapan universitas ternama di dunia. Digital Talent Scholarship sebagai program beasiswa bagi anak muda yang ingin meningkatkan kemampuan dan bakat digital. Dan yang terakhir Workshop Literasi Digital yang dapat diikuti secara gratis bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” tutur Johnny.

Mengawali paparannya, Al Akbar menjelaskan definisi kekerasan berbasis gender online, yaitu tindak kekerasan yang difasilitasi teknologi yang bertujuan untuk melecehkan korban, baik secara umum ataupun seksual. Atau segala bentuk kekerasan yang bertujuan menyerang gender dan seksualitas, baik orang atau pihak lain yang difasilitasi teknologi internet.

Umumnya, motivasi pelaku adalah untuk melampiaskan dendam, cemburu, memiliki agenda politik, agenda ideologi, kebutuhan keuangan, atau hasrat seksual.

“Beberapa aktivitas yang bisa dikategorikan sebagai tindakan kekerasan berbasis gender online, antara lain pelanggaran privasi, pengawan dan pemantauan, perusakan reputasi, pelecehan, ancaman dan kekerasan langsung, serta serangan yang ditargetkan ke komunitas tertentu,” ucap Al Akbar.

Pada 2021, lanjut Al Akbar, ada ratusan laporan kekerasan berbasis gender online yang diterima SAFEnet, persisnya sebanyak 677 aduan kasus. Modus yang digunakan mulai dari intimidasi, penipuan, grooming, bahkan fitnah. Angkat tersebut meningkat dibanding jumlah aduan di tahun sebelumnya, yaitu di 2020 yang sebanyak 659 aduan kasus.

baca juga

Astin Meiningsih menuturkan, beberapa dampak yang dialami korban dari tindakan kekereasan berbasis gender online, antara lain kerugian psikologis, keterasingan sosial, kerugian ekonomi, mobilitas terbatas, dan sensor diri. Menurut dia, orang yang menjadi korban kekerasan jenis ini adalah seseorang yang terlibat dalam hubungan intim; profesiona; serta penyintas dan korban penyerangan fisik.

Astin mengingatkan beberapa penyebab seseorang menjadi korban kekerasan berbasis gender online, seperti rendahnya pemahaman akan pentingnya menjaga keamana data pribadi di ranah digital, terlalu banyak mengumbar informasi di media sosial, masalah keuangan, serta tingkat pendidikan.

“Ingat, kekerasan berbasis gender online juga dapat masuk ke dunia offline, di mana korban atau penyintas mengalami kombinasi penyiksaan fisik, seksual, dan psikologis, baik secara online maupun langsung di dunia nyata,” kata Astin.

Sementara itu, I Gede Putu Krisna menyampaikan beberapa cara untuk menyikapi kekerasan berbasis gender online. Pertama, mendokumentasikan hal-hal yang terjadi pada diri sendiri. Kedua, terus memantau situasi yang dihadapi. Ketiga, menghubungi pusat bantuan. Dan keempat adalah dengan memblokir akun pelaku dan melaporkan ke pihak berwajib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Boleh Asal, Ini Etika Bermedia Sosial yang Penting Untuk Diketahui

Tak Boleh Asal, Ini Etika Bermedia Sosial yang Penting Untuk Diketahui

Lifestyle | Rabu, 08 Maret 2023 | 16:20 WIB

Aplikasi Makin Cakap Digital 2023 Minimalkan Kecanduan Judi Online Masyarakat Purbalingga

Aplikasi Makin Cakap Digital 2023 Minimalkan Kecanduan Judi Online Masyarakat Purbalingga

Purwokerto | Senin, 06 Maret 2023 | 13:39 WIB

Peran Seni dan Budaya dalam Perkembangan Teknologi, Literasi Digital di Purbalingga

Peran Seni dan Budaya dalam Perkembangan Teknologi, Literasi Digital di Purbalingga

Purwokerto | Minggu, 05 Maret 2023 | 17:39 WIB

Kemenkominfo Ajarkan Cara Membangun Personal Branding yang Pas dan Jitu

Kemenkominfo Ajarkan Cara Membangun Personal Branding yang Pas dan Jitu

Press Release | Jum'at, 03 Maret 2023 | 12:00 WIB

Kemenkominfo Beri Pelatihan Tentang Berselancar di Dunia Digital dengan Aman

Kemenkominfo Beri Pelatihan Tentang Berselancar di Dunia Digital dengan Aman

Press Release | Selasa, 28 Februari 2023 | 16:00 WIB

Kemenkominfo Beri Pelatihan Mengenai Tips and Trick Menjaga Privacy di Media Digital

Kemenkominfo Beri Pelatihan Mengenai Tips and Trick Menjaga Privacy di Media Digital

Press Release | Senin, 27 Februari 2023 | 18:00 WIB

Terkini

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

×