Ratusan Bangunan Sekolah di Karawang Rusak, Legislator Dorong Pemkab Segera Perbaiki

Purwasuka

Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:15 WIB
Ratusan Bangunan Sekolah di Karawang Rusak, Legislator Dorong Pemkab Segera Perbaiki
Ilustrasi sekolah rusak. (Istimewa)

KARAWANG - Sebanyak 900 bangunan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Karawang yang memerlukan perbaikan. Atas ini, DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang untuk memprioritaskan anggaran untuk perbaikan sekolah yang rusak.

Hal ini dikatakan Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar. Menurutnya, hal tersebut dirasa sangat penting guna menunjang kemajuan pendidikan di Kabupaten Karawang.

Selain itu, agar para siswa dan tenaga pendidik tidak lagi khawatir terkait keselamatan ketika menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. 

"Pemkab harus secepatnya menyelesaikan perbaikan bangunan sekolah yang rusak berat, sedang dan ringan. Agar tidak ada lagi kekhawatiran bagi siswa-siswi dan guru," terangnya, Rabu (31/8/2022).

Pendi menerangkan, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan 900 sekolah tersebut ditaksir mencapai Rp240 miliar. Dikatakannya, perbaikan sifatnya penting dan tidak bisa dikesampingkan.

“Pemkab harus bisa melihat skala prioritas pembangunan. Perbaikan bangunan sekolah itu sifatnya urgen dan harus menjadi skala prioritas, dibandingkan (misalnya) dengan pembangunan turap atau saluran air yang ada di Bidang SDA (Sumber Daya Air) di Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” terangnya.

Pendi menyarankan agar anggaran untuk Bidang SDA Dinas PUPR dialihkan untuk biaya rehab atau perbaikan bangunan sekolah rusak. Karena, perbaikan gedung sekolah tidak akan dilakukan setiap tahun.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin mengatakan, sebenarnya cukup banyak sumber dana yang bisa digunakan pemkab untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.

“Ada anggaran DAK (dana alokasi khusus) dan DAU (dana alokasi umum) dari pemerintah pusat. Bisa juga dengan mengalihkan anggaran di Bidang SDA Dinas PUPR. Sehingga, persoalan gedung sekolah roboh, gedung sekolah rusak dan siswa belajar dilantai bisa segera terselesaikan,” katanya melansir dari Antara.

baca juga

Selain itu, pemkab juga bisa mengelola kegiatan "Corporate Social Responsibility" dari perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang, dengan mengarahkan kegiatan itu ke perbaikan bangunan sekolah rusak.

Menurut dia, penanganan bangunan sekolah rusak juga bisa dilakukan melalui konsep dana aspirasi atau pokok pikiran seluruh anggota DPRD Karawang.

Jadi dana pokir sebesar Rp2 miliar dari masing-masing anggota DPRD Karawang bisa difokuskan untuk kegiatan perbaikan bangunan sekolah rusak.

“Anggota DPRD Karawang ada 50 orang. Kalau dana pokir sebesar Rp2 miliar masing-masing anggota DPRD difokuskan untuk menangani bangunan sekolah rusak, itu sudah ada sekitar Rp100 miliar. Sisanya, bisa dilakukan perbaikan bangunan sekolah dari sumber lain. Tetapi memang harus ada komando dari pemkab untuk merealisasikan itu,” pungkasnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serapan Tenaga Kerja Karawang di Semester Pertama 2022 Menurun, DPMPTSP Ungkap Penyebabnya

Serapan Tenaga Kerja Karawang di Semester Pertama 2022 Menurun, DPMPTSP Ungkap Penyebabnya

Purwasuka | Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:34 WIB

Pasar Karawang Hari Ini: Bawang Merah dan Telur Ayam Turun Harga

Pasar Karawang Hari Ini: Bawang Merah dan Telur Ayam Turun Harga

Purwasuka | Rabu, 31 Agustus 2022 | 07:58 WIB

Pertamina Bersama Warga Setempat Tanam Mangrove di Pesisir Karawang

Pertamina Bersama Warga Setempat Tanam Mangrove di Pesisir Karawang

Sumedang | Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:36 WIB

Terkini

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:05 WIB

Skandal KUR Fiktif BNI Rp41 M, Kepala Cabang Iming-imingi Petani Dapat Bansos Agar Serahkan KTP-KK

Skandal KUR Fiktif BNI Rp41 M, Kepala Cabang Iming-imingi Petani Dapat Bansos Agar Serahkan KTP-KK

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:03 WIB

10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan

10 Mobil Terlaris Semester 1 2026: Suzuki Carry Semakin di Depan

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 15:03 WIB

Review Worst Neighbor Ever: Dokumenter yang Cuma Mengeksploitasi Tragedi

Review Worst Neighbor Ever: Dokumenter yang Cuma Mengeksploitasi Tragedi

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 15:00 WIB

Drama China Fated Hearts: Dua Musuh Bekerja Sama dalam Satu Misi

Drama China Fated Hearts: Dua Musuh Bekerja Sama dalam Satu Misi

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 15:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Apa Itu Soft Saving? Tren Keuangan yang Bisa Bikin Kamu Lebih Waras

Apa Itu Soft Saving? Tren Keuangan yang Bisa Bikin Kamu Lebih Waras

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 14:57 WIB

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:56 WIB

Musim Kemarau di Jogja Makin Ekstrem, Pakar Minta Warga Terapkan Konservasi Air

Musim Kemarau di Jogja Makin Ekstrem, Pakar Minta Warga Terapkan Konservasi Air

Jogja | Senin, 13 Juli 2026 | 14:53 WIB

Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!

Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:52 WIB

×