PURWASUKA - Ada banyak jenis serangan dari hacker, Hal semacam ini jarang diketahui. Padahal, itu bisa membuat kalian mengenal jenis-jenis serangan tersebut.
Hacker alias peretas merupakan orang yang ahli dalam hal menerobos masuk ke dalam sistem keamanan jaringan komputer milik seseorang. Namun, apa kalian tahun sejumlah jenis serangan dari hacker?.
Dilansir dari banyak sumber, berikut ini beberapa jenis-jenis serangan dari hacker, diantaranya:
1. DNS spoofing
DNS spoofing dilakukan dengan mengeksploitasi klien DNS dan server web dengan mengalihkan lalu lintas internet ke server palsu.
2. Injeksi Structured Query Language (SQL)
Teknik ini menambahkan kode SQL ke kotak input formulir web untuk mendapatkan akses ke sumber daya dan data yang tidak sah.
3. Injeksi keylogger
Sebuah keylogging Program disuntikkan ke sistem pengguna sebagai malware untuk memantau dan merekam setiap ketikan pengguna. Hal ini memungkinkan pelaku ancaman untuk mencuri informasi pengenal pribadi, kredensial login, dan data perusahaan yang sensitif.
Baca Juga: Asal Usul Nguyen, Nama yang Banyak Digunakan Orang Vietnam
4. Serangan membabi buta
Serangan ini biasanya menggunakan alat otomatis untuk menebak berbagai kombinasi nama pengguna dan kata sandi hingga menemukan kombinasi yang benar.
5. Phising
Peretas kriminal membuat email penipuan yang tampaknya berasal dari organisasi yang sah dan meminta pengguna untuk membukanya. Pengguna kemudian ditipu untuk memasukkan kredensial login mereka dan mengungkapkan informasi pribadi lainnya, seperti tanggal lahir, nomor Jaminan Sosial, atau detail kartu kredit.
6. Virus dan kode berbahaya
Peretas menyisipkan kode berbahaya, termasuk worm dan Trojan horse, ke dalam file situs web, sering kali dengan maksud untuk mencuri cookie yang melacak aktivitas online pengguna.
7. Perbaikan antarmuka pengguna (UI)
Teknik ini, juga dikenal sebagai clickjacking. Aktivitas hacker ini adalah membuat UI dan tautan palsu di atas halaman web asli dan menipu pengguna untuk mengklik tautan tersebut. Pelaku ancaman kemudian dapat mengambil akses komputer pengguna tanpa sepengetahuan mereka.
8. DoS dan DdoS
Teknik-teknik ini membuat pengguna tidak mungkin mengakses sistem komputer, jaringan, layanan, atau sumber daya teknologi informasi (TI) lainnya. Biasanya, peretas kriminal menggunakan teknik ini untuk merusak server web, sistem, atau jaringan dengan mengganggu arus lalu lintas normal.***