PURWASUKA - Posko rawan bencana dan call center kembali diaktifkan Pemerintah Kabupaten Karawang guna merespon laporan warga terkait penanganan bencana alam yang berpotensi terjadi di tengah cuaca ekstrem.
Hal ini dikatakan Sekda Karawang Acep Jamhuri. Dia mengatakan, pihaknya senantiasa akan memberikan respon cepat bila terjadi bencana alam yang terjadi di wilayahnya.
Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemkab Karawang dalam melindungi warganya dalam dampak bencana alam yang terjadi saat cuaca ekstrem seperti sekarang.
"Pada cuaca ekstrem seperti saat ini, potensi terjadinya bencana cukup besar. Jadi perlu antisipasi dan penanganan dini," ujarnya, Selasa (19/10/2022).
Seiring dengan hal tersebut, Pemkab Karawang akan mengaktifkan posko rawan bencana dan call center. Hal tersebut sudah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang.
Melansir dari Antara, Sekda menerangkan, Pemkab Karawang bersama seluruh stakeholder tengah berupaya untuk sama-sama mencari jalan keluar dalam penanggulangan bencana.
Disampaikan agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati, memperhatikan imbauan peringatan dini bencana yang disampaikan oleh BMKG melalui BPBD.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Karawang Yasin Nasrudin mengatakan kalau BMKG Jawa Barat memprediksi sebagian wilayah Jabar berpotensi mengalami cuaca ekstrim lima hari ke depan, mulai dari 17 hingga 22 Oktober 2022.
Menurut dia, Karawang menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan cukup tinggi. Pihaknya telah mengantisipasi jika suatu saat terjadi banjir dengan menerjunkan relawan.
"Sebanyak 57 relawan telah diterjunkan di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Karawang seperti di Cilamaya, Rengasdengklok, Cikampek dan Karawang Kota," pungkas Yasin.