Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

Bangun Santoso

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:17 WIB
Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama
Forum Group Discussion (FGD) bertajuk "Terjebak di antara Dua Senjata: Eksploitasi Sipil dan Ruang Hidup Papua di Bawah Bayang-bayang PSN" di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Tsabita Aulia)
baca 10 detik
  • Frits B. Ramandey mendesak pemerintah segera melanjutkan dialog kemanusiaan sebagai solusi utama penyelesaian konflik berkepanjangan di Tanah Papua.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi publik di Jakarta, Selasa (26/5/2026), untuk menekankan pentingnya pemenuhan martabat kemanusiaan.
  • Dialog harus melibatkan korban, kelompok berseberangan, serta pemerintah guna menghentikan kekerasan tanpa menganggapnya sebagai bentuk pengakuan kesetaraan politik.

Suara.com - Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits B. Ramandey, menegaskan bahwa jalan keluar dari krisis yang terjadi di Tanah Papua tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama.

Ia mendesak pemerintah untuk segera melanjutkan inisiasi dialog kemanusiaan sebagai satu-satunya rute penyelesaian konflik yang diakui dunia.

Hal tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk "Terjebak di antara Dua Senjata: Eksploitasi Sipil dan Ruang Hidup Papua di Bawah Bayang-bayang PSN" di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Menurut Frits, gagasan dialog ini merupakan kelanjutan dari langkah yang telah dimulai oleh Komnas HAM sejak empat tahun lalu.

Ia memberikan catatan serius bagi rezim pemerintahan saat ini maupun yang akan datang agar tidak abai terhadap instrumen dialog tersebut.

"Dialog kemanusiaan yang sudah digagas dan diinisiasi oleh Komnas HAM pada 4 tahun yang lalu itu harus menjadi satu-satunya cara yang dilanjutkan oleh rezim pemerintahan ini," ujar Frits.

Frits menjelaskan secara spesifik mengenai terminologi yang ia gunakan. Ia memilih untuk tidak menggunakan kata "damai" agar fokus penyelesaian lebih menitikberatkan pada sisi martabat manusia yang selama ini terabaikan.

"Dialog kemanusiaan, saya tidak menggunakan terminologi dialog damai, tidak. Saya ingin menggunakan terminologi dialog kemanusiaan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia merinci tiga komponen utama yang harus duduk bersama dalam meja dialog kemanusiaan tersebut.

baca juga

Stakeholder tersebut mencakup para korban, kelompok berseberangan secara politik, dan pihak pemerintah.

"Siapa yang mereka menjadi bagian dari proses dialog kemanusiaan? Pertama adalah mereka yang menjadi korban dari hak asasi manusia, yang kedua adalah mereka yang secara ideologi itu memiliki pandangan politik yang berbeda, Yang ketiga itu pemerintah sendiri," jelasnya.

Ia juga meluruskan pandangan keliru yang selama ini mungkin menjadi hambatan bagi pemerintah untuk memulai pembicaraan.

Baginya, dialog bukanlah bentuk pengakuan kesetaraan antara negara dengan kelompok sipil bersenjata atau politik, melainkan sebuah metode teknis untuk menghentikan kekerasan.

"Jadi dialog harus dimaknai bukan soal kesetaraan pemerintah dengan kelompok-kelompok ini, tidak. Tapi dialog adalah sebuah sarana yang diakui sebagai sebuah rute penyelesaian konflik. Tidak ada cara lain di dunia ini kecuali dialog itu," ujarnya.(Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:47 WIB

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:07 WIB

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Pesta Babi dan Luka di Tanah Papua

Pesta Babi dan Luka di Tanah Papua

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:46 WIB

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 05:00 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:12 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×