Soal Gaji Fantastis TAP Bentukan Ridwan Kamil dan Sikap Lembek DPRD Jawa Barat

Purwasuka | Suara.com

Kamis, 09 Februari 2023 | 09:54 WIB
Soal Gaji Fantastis TAP Bentukan Ridwan Kamil dan Sikap Lembek DPRD Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama para pimpinan DPRD Jabar (kanan). (*/Humas Pemprov Jawa Barat/)

PURWASUKA– Tim Akselerasi Pembangunan alias TAP Jawa Barat bentukan Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan usai terungkap anggaran honor TAP tembus Rp2,2 miliar lebih (Rp2.284.800.000) untuk 12 anggota. 

Usai terungkap anggaran gaji alias honor TAP Jawa Barat, Tim Akselerasi Pembangunan bentukan Ridwan Kamil ini pun kembali didesak dibubarkan oleh beberapa organisasi masyarakat (ormas).

Kembali ramainya kritik keras soal TAP Jawa Barat dari masyarakat, satu diantaranya terkait anggaran honor TAP Jawa Barat bentukan Ridwan Kamil. 

Banyak Anggota DPRD Jawa Barat justru mendadak membisu, enggan memberikan tanggapan apa pun soal honor dan segala hal terkait TAP bentukan Ridwan Kamil yang sejak awal pembentukannya tuai penolakan keras dari masyarakat. 

Salah satu anggota DPRD Jawa Barat yang mendadak enggan memberikan tanggapan apapun tersebut yakni, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB Oleh Soleh. 

Oleh Soleh mengaku tak ingin memberikan tanggapan apa pun terkait Tim Akselerasi Pembangunan bentukan gubernur Jabar, dengan alasan tak ingin menimbulkan ketegangan, dan merusak hubungannya dengan Gubernur Jabar.

“Enggak, jangan soal TAP. Tanya yang lain saja. Saya enggak mau merusak hubungan baik dengan gubernur Jabar, jangan dibenturkan,” pinta Oleh Soleh belum lama ini. 

Senada dengan Sekretaris Fraksi Gerindra Persatuan DPRD Jabar, Buky Wibawa Karya Guna alias Bucky Wikagoe pun yang diketahui sempat menjadi anggota dewan paling vokal mengkritisi soal Tim Akselerasi Pembangunan Jabar. 

Kini Buky Wibawa Karya Guna memilih  membisu, tak mau memberikan tanggapan apapun soal Tim Akselerasi Pembangunan Jabar yang saat ini kembali disorot. 

Selain Buky Wibawa Karya Guna, Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Golkar Almaida Rosa Putra pun kompak seperti wakil rakyat lainnya di DPRD Jabar yang membisu saat ditanyai soal Tim Akselerasi Pembangunan Jabar.

Almaida Rosa Putra enggan memberikan tanggapan terkait Tim Akselerasi Pembangunan Jabar karena tidak enak dengan ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar, dan pejabat tinggi lainnya di Fraksi Golkar. 

Menyusul Ketua Komisi I asal Fraksi PDIP, Bedi Budiman yang mengurusi satu diantaranya soal pemerintahan pun memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait Tim Akselerasi Pembangunan Jabar.

Hanya Beberapa Anggota DPRD Jabar yang Berani Bersikap 

Ditengah banyaknya Anggota DPRD Jawa Barat yang memilih bersikap lembek terkait kritik keras masyarakat terhadap Tim Akselerasi Pembangunan Jabar. 

Anggota DPRD Jawa Barat asal Fraksi Partai Gerindra, Ihsanudin memilih berani bersikap, dengan tegas menolak pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan Jabar, dan mengkritik keras anggaran honor Tim Akselerasi Pembangunan Jabar yang tembus Rp2,2 miliar lebih.

Bahkan, Ihsanudin melalui Badan Anggaran berencana memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mengonfirmasi terkait honor Tim Akselerasi Pembangunan Jabar dan segudang kritik terkait eksistensi TAP Jabar. 

Ihsanudin mengatakan, sejak awal sampai saat ini dirinya tidak setuju dibentuknya Tim Akselerasi Pembangunan Jabar. Termasuk kurang setuju atas anggaran honor Tim Akselerasi Pembangunan Jabar yang dinilainya cukup besar, tembus Rp2,2 miliar untuk 12 orang.

Anggaran untuk honor tersebut begitu besar ditengah dugaan kuat pembentukan TAP Jawa Barat yang dibentuk Ridwan Kamil ini sarat nepotisme.  Lebih banyak mengakomodir keluarga dan tim sukses (Timses). 

“Tim Akselerasi Pembangunan itu enggak perlu (tidak perlu dibentuk). Apalagi dengan gaji yang begitu besar,” kata Ihsanudin, Bandung, baru-baru ini. 

“Kami tahu juga, TAP dibentuk oleh Ridwan Kamil itu hanya ingin mengakomodir mantan tim sukses-nya dan anggota keluarganya,” sambung dia. 

Agar informasi terkait honor Tim Akselerasi Pembangunan tidak simpang siur. Badan Anggaran DPRD Jabar berencana akan memanggil gubernur Jabar untuk memberikan klarifikasi.

“Biar infonya jelas, akurat dan tidak simpang siur. Kami (DPRD Jawa Barat) akan memanggil gubernur Jabar agar memberikan klarifikasi di Banggar DPRD Jabar,” tegas dia. 

Adapun terkait alasan Ridwan Kamil yang membentuk Tim Akselerasi Pembangunan, karena kebutuhan agar ada yang selalu menasihati. Menurut dia, seharusnya Ridwan Kamil lebih memaksimalkan potensi para birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar. 

“Seharusnya beliau gubernur Jabar itu cukup memaksimalkan potensi birokrat kita yang pintar-pintar, dan pekerja keras itu. Saya pikir birokrat kita (di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar) pengalamannya jauh lebih hebat (dibandingkan dengan Tim Akselerasi Pembangunan),” tambah dia. 

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar  Daddy Rohanady mengaku kaget dengan nilai anggaran Rp2,2 miliar lebih yang dialokasikan hanya untuk honor Tim Akselerasi Pembangunan Jabar. 

Menurut Daddy Rohanady, anggaran honor TAP Jawa Barat Rp2,2 miliar tersebut lebih besar dibandingkan dengan anggota DPRD Jawa Barat, dengan asumsi per anggota (hanya honor atau gaji) Rp190 juta lebih per anggota (Rp190.400.000). 

Namun terkait kepatutan, politisi asal Partai Gerindra ini mengaku tak bisa menilai apakah patut atau terlalu besar atau terlalu kecil. Lantaran dirinya tak mengetahui pasti soal patokan apa yang dipakai gubernur Jabar hingga mengalokasikan anggaran Rp2,2 miliar lebih untuk honor Tim Akselerasi Pembangunan Jabar.

“Yang menentukan anggaran honor (Tim Akselerasi Pembangunan Jabar) itu kan Pak Gubernur Jabar. Pos anggaranya itu ada di belanja Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2023. Soal kelayakan dan sebagainya itu memag banyak orang yang berpendapat anggaran itu terlalu besar. Tapi buat saya, saya bingung jawabnya, karena Pak Gubernur Jabar pasti punya ukuran dan patokannya sendiri,” kata dia. 

Hal yang menjadi pertanyaan adalah, soal patokan yang digunakan gubernur Jabar dalam menentukan anggaran untuk honor Tim Akselerasi Pembangunan Jabar. Apabila DPRD Jabar jelas aturannya yakni sesuai Peraturan Menteri Keuangan, tetapi Tim Akselerasi Pembangunan Jabar tidak jelas patokannya.

“Kalau dewan kan sesuai Permenkeu yang nilainya disetarakan dengan ASN eselon II. Nah, Tim Akselerasi Pembangunan Jabar ini kan enggak jelas disetarakan dengan siapa, patokannya apa,” ucap dia. 

Belum lagi tambah dia, ketidakjelasan terkait tugas dan fungsi dari Tim Akselerasi Pembangunan Jabar sejak awal hingga saat ini masih menjadi perdebatan, yang sempat ramai diawal pembentukannya. 

“Saya terus terang saja. Saya lihat Tim Akselerasi Pembangunan Jabar ini enggak jelas tupoksinya. Saya enggak tahu itu,” tambah dia. ***

Sumber:

JABARNEWS

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DLH Kota Bandung Dorong Legok Nangka Segera Beroperasi, Ridwan Kamil : Masih Butuh Waktu

DLH Kota Bandung Dorong Legok Nangka Segera Beroperasi, Ridwan Kamil : Masih Butuh Waktu

| Rabu, 18 Januari 2023 | 13:30 WIB

LHP Kepatuhan Pemprov Jawa Barat Banyak Temuan, Begini Kata Ridwan Kamil

LHP Kepatuhan Pemprov Jawa Barat Banyak Temuan, Begini Kata Ridwan Kamil

| Senin, 16 Januari 2023 | 21:30 WIB

Alih-alih Dipuji, Ridwan Kamil Justru Dikritik Warganet Saat Unggah Soal Capaian Transformasi Digital Jawa Barat

Alih-alih Dipuji, Ridwan Kamil Justru Dikritik Warganet Saat Unggah Soal Capaian Transformasi Digital Jawa Barat

| Rabu, 11 Januari 2023 | 13:30 WIB

Pembangunan dan Tata Ruang Selama Era Ridwan Kamil di Kota Bandung dan Jawa Barat Mandek

Pembangunan dan Tata Ruang Selama Era Ridwan Kamil di Kota Bandung dan Jawa Barat Mandek

| Senin, 09 Januari 2023 | 13:14 WIB

Heboh Pemprov Jabar Mengalokasikan Anggaran Buat Konten Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil Tembus Rp20 Miliar

Heboh Pemprov Jabar Mengalokasikan Anggaran Buat Konten Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil Tembus Rp20 Miliar

| Minggu, 08 Januari 2023 | 18:59 WIB

Apindo Jabar Ancam Bakal Gugat Ridwan Kamil ke PTUN Terkait Keputusan Ini

Apindo Jabar Ancam Bakal Gugat Ridwan Kamil ke PTUN Terkait Keputusan Ini

| Jum'at, 06 Januari 2023 | 15:31 WIB

Ridwan Kamil Bocorkan Bantuan untuk NU Sebetulnya Rp1,6 Triliun, Makin Tidak Jelas?

Ridwan Kamil Bocorkan Bantuan untuk NU Sebetulnya Rp1,6 Triliun, Makin Tidak Jelas?

| Sabtu, 31 Desember 2022 | 09:15 WIB

Data Penerima Bantuan Tetap Dirahasiakan Pemprov Jabar,Meski Ridwan Kamil dan PWNU Jabar Sudah Bertemu

Data Penerima Bantuan Tetap Dirahasiakan Pemprov Jabar,Meski Ridwan Kamil dan PWNU Jabar Sudah Bertemu

| Jum'at, 30 Desember 2022 | 08:59 WIB

Bertemu PWNU Jawa Barat, Ridwan Kamil Ungkap Bantuan Satu Triliun untuk Nahdliyin Bukan NU Secara Organisasi

Bertemu PWNU Jawa Barat, Ridwan Kamil Ungkap Bantuan Satu Triliun untuk Nahdliyin Bukan NU Secara Organisasi

| Kamis, 29 Desember 2022 | 18:39 WIB

Ridwan Kamil Diminta Transparan Soal Kesra Jabar Gate, Legislator: Itu Hasil Bayar Pajak Masyarakat

Ridwan Kamil Diminta Transparan Soal Kesra Jabar Gate, Legislator: Itu Hasil Bayar Pajak Masyarakat

| Kamis, 29 Desember 2022 | 14:46 WIB

Terkini

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:37 WIB

Mengenal Staf Kepelatihan John Herdman: Dari Eks Asisten Kluivert hingga Talenta Lokal

Mengenal Staf Kepelatihan John Herdman: Dari Eks Asisten Kluivert hingga Talenta Lokal

Bola | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:37 WIB

Lompat di Tengah Suapan Nasi: Kisah Haru ASN Bogor Gugur Selamatkan Bocah di Pantai Padabumi

Lompat di Tengah Suapan Nasi: Kisah Haru ASN Bogor Gugur Selamatkan Bocah di Pantai Padabumi

Jabar | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:35 WIB

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:33 WIB

Bukan Hoaks! Inilah Sosok 'Monster Laut' Tertangkap Kamera di Makassar

Bukan Hoaks! Inilah Sosok 'Monster Laut' Tertangkap Kamera di Makassar

Sulsel | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:30 WIB

Drakor Memasak Final Table Umumkan Jajaran Pemain, Siap Tayang Paruh Kedua

Drakor Memasak Final Table Umumkan Jajaran Pemain, Siap Tayang Paruh Kedua

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:30 WIB

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:29 WIB

Renungan Jujur Pasca Lebaran: Euforia Usai, Makna Apa yang Tertinggal?

Renungan Jujur Pasca Lebaran: Euforia Usai, Makna Apa yang Tertinggal?

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:27 WIB

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:22 WIB

Nekat Bawa 18 Nyawa! Tragedi Gagal Nyalip Bus di Pangandaran Renggut Nyawa Nadila

Nekat Bawa 18 Nyawa! Tragedi Gagal Nyalip Bus di Pangandaran Renggut Nyawa Nadila

Jabar | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:21 WIB