Kocak Curhatan Nettizen, Cara Mandi Keramas Sebelum Sahur Agar Tidak Terdengar Mertua?

Purwokerto Suara.Com
Rabu, 27 April 2022 | 10:23 WIB
Kocak Curhatan Nettizen, Cara Mandi Keramas Sebelum Sahur Agar Tidak Terdengar Mertua?
Istimewa facebook

SUARAPURWOKERTO. ID- Sebuah unggahan warganet di media sosial viral. Unggahan dari tangkapan layar status Whatsapp itu berisi kalimat yang membuat nettizen terpingkal. 


Unggahan itu berbunyi


"Lur pie carane supoyo adus kramas sakdurunge sahur ora krungu morotuo. Soale iseh sak umah karo morotuo. Butuh solusi..?"


Dalam bahasa Indonesia berarti, 


"lur bagaimana caranya agar mandi keramas sebelum sahur tidak terdengar mertua. Soalnya masih tinggal serumah dengan mertua. Butuh solusi"


Tak ayal unggahan tentang curhatan nettizen itu memancing banyak komentar. 
Banyak warganet yang mencoba memberikan solusi atas permasalahan itu. 


Tapi solusi yang ditawarkan pun tak kalah kocak. 


Ada yang menawarkan solusi, sebaiknya mandi menggunakan abu atau tayamum sehingga dijamin tidak terdengar suara. 


Nettizen lain menawarkan solusi agar mertuanya diminta menggunakan headset sehingga tidak mendengar suara di dalam kamar  mandi. 


Warganet lain menimpali agar saat mandi keramas sembari menyalakan musik keras untuk meredam suara di dalam kamar mandi. 


Bahkan ada yang memberikan jalan keluar agar saat mandi tidak menggunakan gayung, melainkan pakai sendok sehingga suara guyuran air tidak akan terdengar. 


Tak kalah kocak, warganet memberikan solusi agar mandi keramas dilakukan dengan cara menenggelamkan seluruh tubuh ke dalam air. Sehingga tidak akan terdengar suara percikan air dari dalam kamar mandi. 


Sebagaimana diketahui, di Bulan Suci Ramadan, umat Islam diperbolehkan berhubungan suami istri di malam Ramadan atau di luar waktu puasa.  Yang diharamkan adalah berhubungan suami istri di waktu menjalankan ibadah puasa. 


Kewajiban mandi junub atau warga umum menyebut mandi keramas setelah berhubungan badan sebenarnya tidak harus dilakukan sebelum sahur. 


Junub bisa dilakukan ketika subuh atau setelah waktu sahur. 


"Yang tidak boleh itu setelah adzan subuh, baru dia berhubungan badan. Naudzubillah tidak boleh, " kata Ustaz Abdul Somad dalam sebuah sesi tanya jawab mengenai mandi junub di Bulan Ramadan 


Pernyataan Abdul Somad itu tidak dalam konteks merespon curhatan warganet tentang solusi mandi keramas di rumah mertua. Namun dalam sebuah sesi ceramah dalam konteks lain saat merespon pertanyaan jamaah mengenai hukum mandi junub setelah sahur. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI