Aziz menjelasgan, urgensi festival ini ialah sebagai langkah mitigasi kebudayaan tradisi, khususnya Lengger yang terus mengalami perubahan di tengah arus zaman. Kini, Lengger menjelma menjadi beragam bentuk, dari klasik, kreasi hingga eksperimental.
Juga, di dalamnya berkutat persoalan identitas gender, ekologi, nilai, dan dekonstruksi yang menarik dibicarakan dari berbagai perspektif. Keragaman itu menandai bahwa, tradisi Lengger bersifat dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman.
"Kami juga sedang menyelenggarakan pra-acara berupa sayembara joged lengger gunungsari kalibagoran di kanal instagram @jagadlenggerfestival. Kami mengundang siapa saja untuk turut menarikan dan mengkreasikan tari lengger di kanal masing-masing," ucapnya.
Festival ini diproyeksikan mampu memberikan stimulus kepada generasi muda untuk mengembangkan tradisi lengger selaras dengan laju perkembangan zaman. JLF tak memakai tiket, alias gratis. Kami berharap Jagad Lengger Festival bisa jadi ajang temu bagi siapa saja untuk merayakan tradisi Lengger Banyumas.