PURWOKERTO.SUARA.COM- Banjir bandang menghantam ibu kota Korea Selatan, Seoul pada Senin malam (8/8). Banjir terjadi setelah hujan lebat mengujam ibu kota Korsel sejak siang hari waktu setempat.
Melansir dari The Korea Herald, hujan lebat yang terjadi dari Senin hingga Selasa pagi menjadi rekor hujan terlebat di Seoul selama 115 tahun.
Dilaporkan akibat kejadian ini, tujuh orang meninggal dunia dan enam orang dikabarkan hilang serta masih belum ditemukan.
Tepatnya, di daerah Gwanak-gu, Seoul, tiga orang meninggal dunia akibat terjebak di dalam apartemen semi-basement. Yaitu satu orang remaja berusia 13 tahun dan dua orang dewasa berumur 40 tahun.
Selain itu, Seorang pegawai berusia 60 tahun tewas saat membersihkan pohon yang tumbang akibat badai. Diduga penyebab kematian dari pegawai tersebut adalah tersengat listrik.
Selanjutnya, di distrik Dongjak-gu, seorang lagi ditemukan tewas setelah rumahnya terendam banjir.
Akibat dari banjir bandang ini, tercatat 741 rumah dan shopping mall terendam banjir dan tersebar di beberapa wilayah di Korsel seperti Seoul, Incheon, Provinsi Gangwon dan Provinsi Gyeonggi.
Banjir bandang ini juga mengakibatkan seluruh jalur Kereta dihentikan karena menggenangi stasiun bawah tanah dan jalur rel. Beberapa stasiun yang masih terendam banjir adalah Stasiun Sangdo, Stasiun Isu, Stasiun di persimpangan Gwangmyeong, Stasiun Daechi.
Selanjutnya di jalur no.2 terdapat beberapa stasiun yang masih terendam banjir. Seperti Stasiun Samseong, Stasiun Sadang dan Stasiun Seolleung.
Baca Juga: Jokowi Jelang Pengumuman Tersangka Baru: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi, Ungkap Apa Adanya
Selain menyebabkan kelumpuhan jalur kereta, banjir bandang yang terjadi juga mengakibatkan jalan-jalan utama di wilayah Seoul di blokir mulai Selasa pagi. Akibatnya kemacetan parah di berbagai tempat terjadi.
Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan telah meningkatkan tingkat bencana dan keselamatan pusat dari tingkat kedua hingga tingkat ketiga. Dan menaikkan tingkat kewaspadaan dari ‘Warning’ ke ‘Serious’.
Kemudian, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol menginstruksikan kepada seluruh tempat kerja publik maupun swasta untuk mendorong karyawannya agara menyesuaikan jam kerja mereka, menurut kantor kepresidenan Korea Selatan. (Citra Safitrah)