Melihat Markas Pejuang Kemerdekaan di Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Kusmawireja Simpan Senjata di dalam Tanah

Purwokerto Suara.Com
Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:00 WIB
Melihat Markas Pejuang Kemerdekaan di Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Kusmawireja Simpan Senjata di dalam Tanah
pejuang kemerdekaan dari Purbalingga

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA- Pejuang kemerdekaan Republik Indonesia pernah bermarkas di Desa Karangcegak Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga, tepatnya di rumah H. Kusmawireja. Rumah yang berada di antara kebun rindang di Dusun IV RT. 18 RW. 08 Desa Karangcegak itu nampak asri di kaki Gunung Slamet.

H. Kusmawireja yang lahir sekitar tahun 1920 an masih nampak sehat didampingi putra-putrinya. Menurut putra ketiganya, Sakirin, ayahnya sering bercerita tentang masa perjuangan untuk mempertahankan tanah air dari penjajahan Jepang dan Belanda. Sakirin menuturkan,  saat remaja H. Kusmawireja mengikuti pendidikan militer.

"Pada masa pendudukan Jepang bapak saya masih remaja yang kemudian dilatih kemiliteran, sampai sekarang masih hafal lagu-lagu wajib Jepang," tutur Sakirin.

Sakirin menceritakan, dulu wilayah perjuangan ayahnya selain Purbalingga juga meliputi Purwokerto, Cilongok, dan Ajibarang. Ayahnya sendiri bertugas untuk membawa senjata dan ransel para pejuang yang lain. Beberapa senjata dan ransel ia panggul sendiri dengan penuh keikhlasan dan semangat juang demi kemerdekaan Indonesia.

"Setelah Jepang pergi dari Indonesia, Belanda datang lagi, saat berjuang melawan Belanda, markas besarnya para pejuang di rumah ini," ujarnya.

Pada saat itu, lanjut Sakirin, H. Kusmawireja di bawah pimpinan Kolonel Infanteri Poedjadi Djaring Bandapoedja dalam agresi militer Belanda kedua. Diceritakan, ayahnya bersama para pejuang lain pernah menghadang kereta api yang mengangkut logistik Belanda di Ajibarang.

"Setiap pulang dari perjuangan ayah saya diperintahkan untuk menyembunyikan senjata dengan menggali tanah di kebun bambu kemudian ditutup kembali dengan dedaunan," lanjutnya.

Pada saat pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/ TII), H. Kusmawireja ditangkap di Kedung Banteng Purwokerto dengan dugaan sebagai mata-mata DI. Pada saat itu, jika dalam waktu sehari semalam tidak ada pejabat setempat yang menjemput maka akan dieksekusi hingga akhirnya Penatus (Lurah-red) Karangcegak menjemput dan membebaskannya.

Usai kemerdekaan, ungkap Sakirin, H. Kusmawireja berprofesi sebagai petani dan pernah juga berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kini veteran yang telah dikaruniai 7 anak, 24 cucu, dan 29 buyut menikmati masa senjanya dengan rasa bahagia karena bisa merasakan kedamaian setelah kemerdekaan Indonesia dari penjajah Jepang dan Belanda.

Baca Juga: Ustaz Abu Bakar Ba'asyir Ikut Upacara HUT RI di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki

"Alhamdulillah pada tahun 90an pemerintah memberikan tanda jasa dan SK Veteran, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian kepada para pejuang kemerdekaan," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI