Masjid Cheng Ho Jember, Oase di Tengah Keragaman

Purwokerto

Selasa, 06 September 2022 | 05:03 WIB
Masjid Cheng Ho Jember, Oase di Tengah Keragaman
Menara khas Bangunan Tiongkok seperti berlantai 5 di Masjid Cheng Ho Jember. ((Foto. Anik Sajawi))

“Menjadi mahasiswa yang tak kunjung purna di Kabupeten Jember membuat beragam persinggungan dengan etnis lain tidak terelakan saat bersosialisai. Beragam cara terus saya pelajari utamanya segala hal yang berkaitan dengan toleransi”

PURWOKERTO.SUARA.COM - Sebagai mahasiswa akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember beragam tugas akhir sudah menanti untuk segera diselesaikan guna mengejar wisuda beberapa bulan kedepan. Berada di Jember sendirian tanpa seorang kawan yang rerata sudah pada lulusan membuat saya masygul bukan kepalang.

Niat hati merampungkan tugas skripsian, menjadi bimbang lantaran ketidaktenangan pikiran yang sering berkelindan. Guna menenangkan fikiran, Minggu petang (04/09/2022) saya memutuskan untuk melaksanakan salat maghrib berjamaah di Masjid Cheng Ho Jember.

Berada di Jalan Hayam Wuruk Nomor 73, Dusun Gerdu, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember lokasi masjid ini hanya berjarak 1,7 kilometer  atau tiga menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari UIN Khas Jember. Menggunakan Honda Beat warna abu-abu saya berangkat dari kos teman saya di Perumahan Pesona Surya Milenia .

Petang itu kondisi jamaah tidak begitu ramai, saya berjumpa dengan beberapa Jemaah yang kebetulan berada di dalam masjid Cheng Ho Jember yang juga menantikan waktu untuk salat Maghrib Berjamaah. Sebelum tiba di saf depan seorang ibu-ibu menghampiri saya. 

“Ini sajadahnya mbak, bisa digunakan untuk salat jenengan,” kata seorang ibu yang setelah kami berbincang mengaku bernama Bu Dani.

Maklum meski saya sudah bermukena tapi saya tidak membawa sajadah dari kosan. Saya pun mencoba mencari informasi berkaitan dengan Masjid Cheng Ho Jember. Sebab meski sudah berkali-kali datang ke masji itu namun saya tidak mengetahui seluk beluk ihwal sejarah dibalik masjid yang memiliki bangunan yang khas.

“Arsitektur masjidnya bagus sekali apa ini masjid sudah lama bu?” lalu Ibu Dani itu menjawab , “Enggak lama mbak, paling baru tujuh tahunan jalan, saya tinggal disekitar sini senang saja dengan suasana masjid ini,” katanya.  

Bu Dani mengaku jika setiap petang ia selalu menyempatkan untuk berjamaah salat maghrib di Masjid Cheng Ho. Selain suasananya yang tenang, masjid ini juga jadi penanda toleransi antar umat beragama di Kabupaten Jember sudah paripurna.

baca juga

“Meski yang membangun masjid merupakan keturuan tionghoa, tetapi jemaah di sini berasal dari kalangan mana saja,” terangnya.

Saya memilih berada di saf depan saat salat jamaah dimulai, suasana berbeda memang saya rasakan tatkala selesai melaksanakan waktu dzikir sehabis salat berjamaah. Rasa betah dan ingin berlama-lama di masjid tersebut membuat saya bertemu dengan beberapa Jemaah lain yang berada di sana.

Semangat Akulturasi Budaya

Pak Muhidi salah satu Jemaah yang saya temui mengaku baru dua tahun tinggal di Jember Jawa Timur. Ia yang berasal dari Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara mengaku jatuh hati dengan arsitektur masjid yang ada di jantung Kota Jember itu. Maklum saja ia yang sudah lama merantau memang lahir dan besar di wilayah yang notabene multi etnis.

Namun di Jember ia kembali merasakan hal yang berbeda dengan akulturasi budaya yang sangat mengesankan sebagai warga pendatang. “Suasana ini pernah saya rasakan saat tinggal di Palembang medio 2008, kebetulan di sana juga ada masjid serupa yang ada di Kompleks Jakabaring Kota Palembang,” katanya.

Sementara itu, Diki Herdiwantoro warga Kota Banyuwangi yang saya temui di masjid tersebut mengatakan Masjid Cheng Ho Jember biasa melibatkan kalangan mahasiswa untuk menjadi takmir masjid tersebut. Ia yang sempat menjadi pengurus mengaku takjub dengan beragam kegiatan yang diselenggarakan.

Rerata kegiatan yang berlangsung sangat berbeda dengan masjid pada umumnya, lantaran setiap tradisi yang berasal dari negeri tirai bambu juga di peringati di sini dengan akulturasi budaya dan syariat yang tetap terpenuhi. “Kawan-kawan mahasiswa takmir di sini banyak membantu kegiatan ini,” jelas Diki yang saat ini menjadi dosen salah satu kampus di Jember itu.

Wadah Syiar Agama Islam

Senada dengan Diki, Tjong Choe Han salah satu pengurus Masjid Cheng Ho Jember mengatakan masjid tersebut berdiri atas inisiasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jember yang diprakarsai H. Muhammad Laow Song Tjai sebagai ketua. Serta MZA Djalal yang menjabat sebagai Bupati Jember kala itu.

Ia mengingat-ingat pada awal tahun 2015, Masjid Cheng Ho Jember menambahkan daftar masjid Cheng Ho yang ada di Indonesia. Sampai saat ini, dengan Masjid Cheng Ho Jember, tak kurang jumlah keseluruhan masjid bernuansa Tionghoa ini berjumlah 12 dan tersebar di berbagai wilayah. Sebut saja di Surabaya, Pandaan, Palembang, Purbalingga, Gowa, Batam, Deli Serdang, Jambi, Bangkalan, Magelang, Banyuwangi hingga Samarinda.

Tjong Choe Han menerangkan pendirian masjid ini selain untuk meningkatkan Syiar Agama Islam di daerah, sekaligus mengenang jasa Laksamana Cheng Ho yang turut andil menyebarkan Islam ke nusantara. Pun ia mengakui jika masjid Cheng Ho Jember juga kadang digunakan sebagai destinasi wisata bagi warga luar kota saat berkunjung ke Kabupaten Jember.

“Mengingat lokasinya yang dekat dengan kota, jadi tidak jarang yang memilih singgah di sini untuk melihat arsitektur bangunannya,” ujar pria yang memiliki nama Indonesia Sri Kristianto itu.

Masjid Cheng Ho, lanjut Choe Han didirikan di atas tanah wakaf dari Pemerintah Kabupaten Jember atas permohonan dari masyarakat muslim Tiongkok yang ada di Jember. Meskipun masjid ini dibangun dengan gaya kental milik budaya Tiongkok, namun masjid ini tetap terbuka untuk umum meskipun bukan dari orang Tionghoa.

Memepertimbangkan fengshui Tiongkok

Choe Han menambahkan seperti kebanyakan masjid-masjid Cheng Ho pada umumnya, tentu saja bangunan Masjid Cheng Ho Jember juga mengadopsi budaya khas negeri tirai bambu yang kental di seluruh segi bangunannya. Sehingga saat jemaah pertama kali datang di sini tidak jarang masih menanyakan bangunan tersebut masjid atau bukan.

“Padahal di luar sudah ada tulisan jelas, namun lantaran bentuknya yang berbeda dengan masjid umumnya jadi banyak  yang bertanya seperti itu saat pertama kali ke sini,” kenangnya.

Menurut Choe Han luas bangunan induknya sekitar 350 meter persegi. Pada bagian utara bangunannya berdiri sebuah menara yang cukup besar dan tinggi. Menara itu dibangun dengan denah segi delapan yang menurut fengshui Tiongkok berarti keberuntungan.

Dari sisi luar menara itu seperti bangunan dengan lima lantai yang berbentuk kelenteng ditambah keseluruhan bangunannya di dominasi oleh warna merah menyala. Sedangkan bangunan utama masjidnya berukuran 11 x 9 meter.

Ada filosofi lain yang dapat diambil dari ukuran tersebut yaitu angka 11 memiliki arti ukuran Ka’bah saat dibangun. Kemudian angka 9 melambangkan Wali Songo. “Filosofi ini menggambarkan agar masjid juga memiliki peran penting kepada masyarakat islam sekitar, atau bahkan se-indonesia,” pungkasnya.

Jika di lihat luasan tanah yang diwakafkan untuk pembangunan Masjid  Cheng Ho Jember dari Pemerintah Kabupaten Jember memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi. Tentu itu luasan yang sangat besar, bahkan menungguli luas Masjid Cheng Ho seniornya yang ada di Kota Pahlawan Surabaya.

Kedepannya pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Jember akan membangun beberapa fasilitas untuk masyarakat sekitar seperti Lembaga Pendidikan, Taman Kanak-Kanak, Kantin, Lapangan Olahraga, dan berbagai macam fasilitas lainnya akan turut dibangun di komplek masjid untuk para Jemaah.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh di Tengah Isu Harga BBM Naik, SPBU di Banyuwangi Diduga Campur Pertalite dengan Air, Diketahui saat Motor Mogok

Heboh di Tengah Isu Harga BBM Naik, SPBU di Banyuwangi Diduga Campur Pertalite dengan Air, Diketahui saat Motor Mogok

Purwokerto | Kamis, 01 September 2022 | 15:46 WIB

Hati-hati, Ini Modus Penipuan Berkedok Investasi Trading di Jember, Korban Rugi Hingga Rp 5,2 Miliar

Hati-hati, Ini Modus Penipuan Berkedok Investasi Trading di Jember, Korban Rugi Hingga Rp 5,2 Miliar

Purwokerto | Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:16 WIB

Polsek Kalibaru Banyuwangi, Bantu Amankan Jalur Perbatasan Jember Banyuwangi

Polsek Kalibaru Banyuwangi, Bantu Amankan Jalur Perbatasan Jember Banyuwangi

Purwokerto | Minggu, 07 Agustus 2022 | 21:35 WIB

Terkini

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:23 WIB

Calon Atlet Tinju PON Lampung Dikeroyok Saat Hendak Latihan, 3 Pelaku Ditangkap

Calon Atlet Tinju PON Lampung Dikeroyok Saat Hendak Latihan, 3 Pelaku Ditangkap

Lampung | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:20 WIB

Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing

Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing

Riau | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:14 WIB

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12 WIB

Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta

Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:10 WIB

Ramalan Zodiak Kamis 25 Juni 2026: Cancer, Virgo, dan Capricorn Beruntung Besar Hari Ini!

Ramalan Zodiak Kamis 25 Juni 2026: Cancer, Virgo, dan Capricorn Beruntung Besar Hari Ini!

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:09 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar

Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:06 WIB

Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial

Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:00 WIB

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:52 WIB

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:51 WIB