PURWOKERTO.SUARA.COM- Secara resmi Pemerintah Republik Indonesia akan membagikan bantuan paket kompor listrik kepada 300.000 rumah tangga miskin yang diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pembagian ini selaras dengan tujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan memulai uji coba peralihan kompor gas ke kompor listrik atau kompor induksi di tiga kota besar.
Hal ini Pemerintah lakukan untuk mengurangi penggunaan gas dan memanfaatkan sumber daya listrik yang tersedia yang dinilai lebih hemat energi dibandingkan menggunakan kompor gas.
Sementara itu, dalam bantuan yang diberikan oleh pemerintah di tiga kota itu akan berisi dua tungku kompor, satu alat masak dan satu miniature circuit breaker (MCB) atau meteran listrik khusus.
Nah, bagaimana cara penggunaannya? Dan apakah ada perbedaan antara kompor listrik dan kompor induksi?
Sesuai dengan namanya, kompor listrik adalah kompor dengan desain tanam yang menggunakan listrik sebagai sumber energi atau bahan bakarnya.
Cara kerja dari kompor listrik sendiri adalah dengan mengaliri listrik melalui kumparan logam yang berada di bawah keramik atau kaca. Lalu, saat menyalakan kompor listrik, arus listrik akan mengalir melalui kumparan logam yang berada di bawah permukaan kompor.
Untuk permukaan kompor listrik terbuat dari bahan keramik atau kaca. Sehingga, saat listrik telah mengalir pada permukaan dan kompor siap digunakan, maka akan keluar cahaya dari permukaan kompor tersebut.
Lalu, bagaimana listrik bisa digunakan sebagai energi pada kompor?
Baca Juga: Catat, Ini Vitamin untuk Hadapi Musim Hujan
Nah, saat kompor siap digunakan maka permukaan kompor akan mengirimkan panas ke alat masak menggunakan energi inframerah. Alhasil, panci atau wajan akan panas seperti yang diharapkan.
Namun perlu diperhatikan, setelah menggunakan kompor listrik dan dimatikan jangan terlebih dahulu memegang permukaan kompor. Dikarenakan kompor listrik memerlukan waktu untuk permukaannya kembali dingin seperti sebelum digunakan.
Berbeda dengan kompor induksi yang mengantarkan panas menggunakan radiasi elektromagnetik. Sehingga saat kompor dimatikan, otomatis permukaan kompor dapat kembali dingin.
Hal ini dikarenakan, arus listrik yang dialirkan ke kompor induksi akan bergantian melewati kumparan ke peralatan masak yang dapat membuat alat masak seperti panci dan wajan dapat panas.
Sehingga membuat kompor induksi lebih mudah untuk dibersihkan dibandingkan dengan kompor listrik. Walaupun, jika melihat harga, harga kompor listrik lebih murah dibandingkan kompor induksi. (Citra Safitrah)