Masuk Musim Penghujan Beragam Penyakit Bakal Bermunculan, Lakukan Cara Ini agar Tetap Sehat

Purwokerto

Minggu, 16 Oktober 2022 | 18:12 WIB
Masuk Musim Penghujan Beragam Penyakit Bakal Bermunculan, Lakukan Cara Ini agar Tetap Sehat
Ilustrasi sakit saat musim penghujan (Freepik)

PURWOKERTO.SUARA.COM – Memasuki musim penghujan di penghujung tahun 2022 membuat kondisi tubuh rentan sakit lantaran berbagai hal. Ini tentu harus disikapi serius lantaran cuaca yang terjadi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi apalagi jika disertai potensi angina kencang dan bahaya lainnya. 

Tentu bagi kalian yang sering beraktifitas di luar rumah, cuaca semacam ini bisa menjadi ancaman yang bisa menurunkan ketahanan tubuh.  Ada berbagai ancaman mengenai sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai di musim hujan. Antara lain, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berupa batuk, pilek, influenza, dan bronkitis.

Dokter Debora Aloina Ita Tarigan Medical Underwriter Sequis mengingatkan kita untuk lebih hati-hati dan mawas diri. Selain penyakit di atas, ada juga penyakit yang disebabkan infeksi virus dari nyamuk Aedes Aegypti, yaitu penyakit Zika (Zika disease), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Chikungunya. Sedangkan daerah yang banyak sampah dan terkena banjir, berisiko menyebabkan penyakit seperti patogen (bakteri, parasit, jamur).

“Kalau sampah mengontaminasi bahan makanan, makanan siap saji, atau air, maka ketika dikonsumsi dapat menghancurkan sel-sel tertentu pada tubuh dan menyebabkan penyakit demam tifoid, kolera, dan disentri juga hepatitis,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya dilansir Antara.

Perubahan cuaca yang cukup ekstrem waktu musim hujan, sambung Debora, dapat menyebabkan suhu udara relatif lebih dingin. Sehingga, tubuh manusia yang sensitif berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur, serta dapat mempengaruhi daya tahan tubuh. Itu yang membuat saat musim pancaroba seringkali orang menjadi sakit karena imunitas tubuh terganggu.

“Penyakit lainnya yang patut diwaspadai saat musim hujan yakni penyakit paru-paru basah. Kalau udara terlalu dingin, ruangan kurang mendapatkan cahaya matahari, dan sirkulasi/pertukaran udara kurang maka menyebabkannya menjadi lembap,” paparnya.

Seseorang yang terkena penyakit paru-paru basah bisa terdeteksi dengan pemeriksaan ke dokter spesialis paru. Caranya, melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan dahak, darah, x-ray paru, atau CT (Computer Tomography) untuk mendeteksi beberapa masalah paru.

“Jika ditemukan cairan menumpuk, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah terjadi peradangan sel kanker atau infeksi melalui USG dada Ultrasound,” kata Debora.

Paru-paru basah yang tidak berat kemungkinan bisa sembuh dengan cepat. Sebaliknya, kalau sudah terinfeksi paru-paru basah tapi dibiarkan atau tidak diobati secara medis, maka penyakit dapat berkembang lebih berat dan serius. Pasien kerap membutuhkan bantuan ventilator pada perawatan Intensive Care Unit (ICU).

baca juga

Pemasangan alat bantu pernapasan dilakukan karena salah satu gejala paru-paru basah adalah kesulitan bernapas atau sesak napas. Pada beberapa orang kondisi tersebut bisa membahayakan jiwa.

“Orang yang mengalami gejala paru-paru basah antara lain batuk kering dan demam, sulit bernafas saat berbaring, nyeri dada hingga terasa sesak nafas dalam jangka waktu yang panjang atau berulang. Makanya, jangan sampai kita abai, menebak-nebak, atau berusaha menyembuhkan sendiri. Semakin cepat dikenali, maka semakin cepat ditangani dokter dan mengurangi risiko penyakit semakin parah,” saran dia.

Debora menambahkan, setiap orang wajib memperhatikan kebersihan dalam rumah, memastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik, disiplin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih serta menggunakan masker di lingkungan berpolusi atau bila dekat dengan orang yang sedang flu dan batuk.

“Sebaiknya orang-orang dapat membentengi diri dengan vaksin influenza dan vaksin pneumonia (vaksin PCV) karena virus penyakit itu bekerja dengan cara menginfeksi saluran pernapasan bagian atas dan menyebabkan pneumonia.*(ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terdapat Dua Jenis Nyeri Haid Yang Bisa Diketahui, Apa Saja?

Terdapat Dua Jenis Nyeri Haid Yang Bisa Diketahui, Apa Saja?

Purwokerto | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 05:47 WIB

Catat, Ini Vitamin untuk Hadapi Musim Hujan

Catat, Ini Vitamin untuk Hadapi Musim Hujan

Purwokerto | Minggu, 25 September 2022 | 17:31 WIB

Musim Hujan Sudah Dekat, Bagaimana Antisipasi Banjir Bandang di Parigi Moutong Sulawesi Tengah?

Musim Hujan Sudah Dekat, Bagaimana Antisipasi Banjir Bandang di Parigi Moutong Sulawesi Tengah?

Purwokerto | Senin, 01 Agustus 2022 | 09:20 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×