Menilik Jurang Tangis, Jalur Angker di Pantura Situbondo yang Menyimpan Bebagai Kisah Mistis

Purwokerto

Selasa, 29 November 2022 | 20:07 WIB
Menilik Jurang Tangis, Jalur Angker di Pantura Situbondo yang Menyimpan Bebagai Kisah Mistis
Ilustrasi Hutan Baluran. ((Foto. Pexels.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Hutan Baluran merupakan kawasan hutan lindung yang masuk Taman Nasional. Nama Baluran diambil dari nama gunung yang berada di daerah itu, yaitu Gunung Baluran. Jika ditinjau dari sejarah awalnya, kawasan taman nasional itu ditetapkan sebagai hutan lindung pada tahun 1930 oleh Direktur Kebun Raya Bogor, K.W. Dammerman

Di tengah hutan ini membelah jalur utama pantura yang menghubungkan kawasan Situbondo dengan Banyuwangi. Ada banyak cerita yang bakal muncul jika membahas jalur ini, baik cerita nyata yang sudah masyhur dipercayai masyarakatnya, atau sekedar rumor yang terus berkelindan hingga bertahan sampai sekarang.

Salah satu yang paling dikenal ialah Jurang Tangis di Hutan Baluran Situbondo, lokasi ini konon sudah “meneror” banyak pengguna jalan di sana. Banyak orang menyebut jika jalur disekitaran Hutan Baluran memang terkenal wingit termasuk lokasi disekitaran Jurang tangis.

Perlu diketahui jika saat ini Hutan Baluran memiliki status suaka margasatwa, dimana status tersebut diberikan oleh Gubernur Hindia Belanda pada tanggal 25 September 1937 dengan luas lahan kensensinya mencapai 25.000 ha.

Bagi kendaraan yang mengarah ke Surabaya dari Banyuwangi, dua kilometer setelah Waduk Bajulmati, Wongsorejo, Banyuwangi. Di sana akan ada jurang sedalam 18 meter di dekat Curah Tangsi. Lokasi inilah yang paling dikenal oleh banyak pengendara yang sering melintas di Jalur Baluran Situbondo.

Sebab titik ini dikenal wingit dan angkernya juga. Ada banyak rumor yang beredar imbas dari keangkeran tempat ini, salah satunya jurang tersebut merupakan tempat pembuangan korban G30S/PKI.  Kepercayaan yang beredar di masyarakat, apabila ada pohon pisang yang dipotong, akan ada mayat yang dibuang di jurang tersebut. Mayat tersebut diduga korban Petrus.

Keangkeran Jurang Tangis makin menjadi-jadi gara-gara banyaknya kecelakaan di jurang tersebut. para pengendara yang terlibat kecelakaan mengaku bahwa mereka menghindari seseorang yang menyeberang secara mendadak. Masalahnya, jalan di jalur Baluran ini panjangnya 24 kilometer, dan membelah hutan. Jadi, kecil kemungkinan ada manusia yang lalu lalang di daerah tersebut.

Selain orang menyebrang, yang sering ditemui saat berada di lokasi jurang ini ialah suara tangisan dari perempuan. Inilah yang membuat tempat ini masyhur disebut Jurang Tangis Hutan Baluran. Ada banyak cerita yang dipercayai oleh warga lokal imbas kemunculan tangisan ini.

Rumor yang santer beredar di masyarakat suara tangisan itu konon berasal dari kisah masa lalu. Ada seorang gadis yang menunggu kekasihnya datang. Nahas, gadis itu justru didorong masuk jurang oleh kekasihnya sendiri hingga si gadis itu meninggal seketika dan arwahnya disebut-sebut menghuni jurang tersebut.

baca juga

Jadi, jangan heran bagi pengendara yang melintasi di sekitaran jurang tangis dan mengalami gangguan makhluk tak kasat mata dengan mendengar jerit tangis kesakitan seseorang di malam hari. Kalian tak percaya? Silahkan dicoba.

Selain orang menyeberang dan suara tangisan, hal lain yang bisa dirasakan pengendara saat melewati Jurang Tangis adalah aroma busuk yang tetiba tercium hingga menimbulkan rasa cemas tak terelakkan. Mitosnya apabila pengendara mencium aroma busuk, nasib sial tidak bisa terhindarkan.

Sehingga saran saja, banyak-banyak berdoa dan tetap fokus berkendara saat kalian melintas Jurang Tangis agar tetap selamat dan aman berkendara. Bahkan hingga saat ini masih banyak kreator YouTube yang mencoba mengabadikan Jurang Tangis ini untuk membuktikan keangkerannya di tengah perut Hutan Baluran.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda

Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda

Purwokerto | Selasa, 15 November 2022 | 20:17 WIB

Kronologi Kebakaran Lahan 1 Hektar di Sumberkolak Situbondo

Kronologi Kebakaran Lahan 1 Hektar di Sumberkolak Situbondo

Purwokerto | Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:47 WIB

5 Kuliner Khas Kota Situbondo, Nomor 5 Terdengar Aneh

5 Kuliner Khas Kota Situbondo, Nomor 5 Terdengar Aneh

Purwokerto | Minggu, 17 Juli 2022 | 10:39 WIB

Terkini

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

×