Tidak Hanya Merusak Bangunan, Dampak Gempa Cianjur juga Berdampak pada 317 Hektare Lahan Sawah Warga

Purwokerto

Rabu, 30 November 2022 | 18:54 WIB
Tidak Hanya Merusak Bangunan, Dampak Gempa Cianjur juga Berdampak pada 317 Hektare Lahan Sawah Warga
Kerusakan lahan pertanian di Kabupaten Cianjur akibat gempa. ((Foto. Antaranews.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Bencana Gempa Bumi yang melandai Kabupaten Cianjur sepekan lalu tidak hanya berdampak pada kerusakan rumah dan bangunan di sekitaran kawasan itu. Namun lahan pertanian yang ditengarai menjadi tumpuan hidup warga di sana justru mengalami kerusakan parah.

“Secara umum, kalau lihat sisi produksi kami masih relatif aman untuk pertanaman. Dampak gempa masih di bawah ambang batas terancam,” kata Dandan Hendayana Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur kepada Antara, Rabu (30/11/2022).

Dandan Hendayana memastikan, kerusakan 317 hektare lahan sawah akibat gempa bumi di wilayah setempat tidak berpengaruh pada hasil produksi.

Hasil pendataan di lapangan per 29 November 2022 menunjukkan, sekitar 317 hektare dari total 66.934 hektare lahan sawah terdampak gempa di Kabupaten Cianjur.

Kerusakan itu terbagi menjadi tiga kategori, yakni rusak berat 79 hektare, rusak sedang 88 hektare, rusak ringan 150 hektare.

Kerusakan lahan sawah tersebut berada di 13 wilayah kecamatan, di antaranya Kecamatan Cianjur (Desa Mekarsari dan Nagrak), Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Warungkondang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Gekbrong.

Kerusakan lahan sawah paling banyak dialami di episentrum gempa di Kecamatan Cugenang, tersebar di Desa Gasol, Cijedil, Sukajaya, Talaga, Padaluyu, dan Cibulakan seluas 167 hektare.

Lahan sawah yang rusak juga terdeteksi di Kecamatan Cibeber, Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Pacet, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon, dan Kecamatan Mande di Desa Kutawaringin, Mekarjaya, dan Bobojong.

Selain kerusakan area pertanian, kata Dandan, saluran irigasi sepanjang 175 meter juga rusak akibat gempa, bangunan air parit rusak berjumlah empat unit, bangunan penyuluh pertanian terdampak di Kecamatan Mande, Cianjur, dan Cugenang.

baca juga

“Dampak kerusakan ini kami amati berdasarkan penampakan visual sawah, seperti retak dan tanaman tertimbun longsor dan pergerakan lahan ada yang bergeser cukup lebar,” katanya.

Dandan memastikan, gempa berkekuatan 5,6 magnitudo serta diikuti gempa susulan dalam sepekan terakhir, tidak mempengaruhi kondisi pasar beras Cianjur yang dikenal sebagai lumbung padi.

“Posisi tanaman padi di Cianjur masih di 45 hari hingga 1,5 bulan masa tanam, relatif minim perlakuan. Karena sekarang sedang posisi vegetatif. Beda dengan fase generatif menjelang panen. Artinya dampak kerugian pasti besar,” katanya.

Selain itu, produksi padi di Kabupaten Cianjur saat ini mencapai 200 persen dari jumlah kebutuhan masyarakat sekitar maupun luar Kabupaten Cianjur.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bantu Korban Gempa Cianjur, Bulog Kirim Logistik Beras 3,5 Ton

Bantu Korban Gempa Cianjur, Bulog Kirim Logistik Beras 3,5 Ton

Purwokerto | Kamis, 24 November 2022 | 21:15 WIB

Satu Jenazah korban Gempa Cianjur Kembali Ditemukan, BNPB Sebut 272 Orang Meninggal

Satu Jenazah korban Gempa Cianjur Kembali Ditemukan, BNPB Sebut 272 Orang Meninggal

Purwokerto | Kamis, 24 November 2022 | 20:19 WIB

Pencarian Korban Jadi Fokus Penanganan Gempa Cianjur Hari Ini oleh BNPB

Pencarian Korban Jadi Fokus Penanganan Gempa Cianjur Hari Ini oleh BNPB

Purwokerto | Rabu, 23 November 2022 | 19:03 WIB

Kengerian Gempa Cianjur, 56 Orang Tewas

Kengerian Gempa Cianjur, 56 Orang Tewas

Purwokerto | Senin, 21 November 2022 | 19:21 WIB

Terkini

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

×