Pemerintah Akui 12 Pelanggaran HAM Berat di Masa Lalu, dari Peristiwa 1965 hingga Pembunuhan Dukun Santet Banyuwangi

Purwokerto

Rabu, 11 Januari 2023 | 18:43 WIB
Pemerintah Akui 12 Pelanggaran HAM Berat di Masa Lalu, dari Peristiwa 1965 hingga Pembunuhan Dukun Santet Banyuwangi
Jokowidodo

PURWOKERTO.SUARA.COM, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Pemerintah Indonesia mengakui terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat pada 12 peristiwa di masa lalu.

Ini setelah Jokowi menerima laporan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM (PPHAM) masa lalu yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu. 

"Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus, saya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia mengakui bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa. " kata Jokowi.  

Presiden pun sangat menyesalkan terjadinya pelanggaran HAM berat dalam 12 peristiwa masa lalu.


-12 peristiwa tersebut adalah Peristiwa 1965-1966, Peristiwa Penembakan Misterius 1982-1985, Peristiwa Talangsari di Lampung 1989, Peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis di Aceh 1989, Peristiwa Penghilang Orang Secara Paksa 1997-1998, dan Peristiwa Kerusuhan Mei 1998. 

Kemudian Peristiwa Trisakti dan Semanggi I-II 1998-1999, Peristiwa Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999, Peristiwa Simpang KKA Aceh 1999, Peristiwa Wasior Papua 2001-2002, Peristiwa Wamena Papua 2003, dan Peristiwa Jambo Keupok Aceh 2003.

"Saya menaruh simpati dan empati yang mendalam kepada para korban dan keluarga korban," kata Jokowi.

Karenanya, pemerintah berusaha untuk memulihkan hak-hak korban secara adil dan bijaksana tanpa menegasikan penyelesaian yudisial.  

Ia dan pemerintah juga berupaya agar pelanggaran hak asasi manusia yang berat tidak akan terjadi lagi di Indonesia pada masa  akan datang. 

Ia pun telah menginstruksikan Menko Polhukam agar mengawal upaya-upaya konkret pemerintah dalam memastikan dua hal tersebut bisa dilaksanakan dengan baik.

"Semoga upaya ini menjadi langkah yang berarti bagi pemulihan luka sesama anak bangsa, guna memperkuat kerukunan nasional kita dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,"katanya

Menko Polhukam menegaskan, kerja Tim PPHAM tidak meniadakan kelanjutan proses yudisial.  

Tim PPHAM diketuai oleh Profesor Makarim Wibisono bersama tujuh anggota lainnya yakni Ifdal Kasim, Profesor Suparman Marzuki, Dr. Mustafa Abubakar, Profesor Rahayu, K.H. As'ad Said Ali, Letjen TNI Purn. Kiki Syahnarki, dan Profesor Komarudin Hidayat.

Menko Polhukam Mahfud MD sendiri menjabat sebagai Ketua Tim Pengarah Tim PPHAM. (Antara) 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Film Titanic Bakal Hadir dalam Versi  Remastered, Penggemar Siap-siap Bernostalgia

Film Titanic Bakal Hadir dalam Versi Remastered, Penggemar Siap-siap Bernostalgia

Purwokerto | Rabu, 11 Januari 2023 | 18:31 WIB

Apa Itu Ciki Ngebul? Jajanan Berasap Pemicu Keracunan dan Kerusakan Organ Anak di Berbagai Daerah

Apa Itu Ciki Ngebul? Jajanan Berasap Pemicu Keracunan dan Kerusakan Organ Anak di Berbagai Daerah

Purwokerto | Rabu, 11 Januari 2023 | 18:09 WIB

Cara Rekam Layar Handphone Xiaomi Hanya Dengan Suara

Cara Rekam Layar Handphone Xiaomi Hanya Dengan Suara

Purwokerto | Rabu, 11 Januari 2023 | 18:04 WIB

Terkini

Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP Pakai Saluran Resmi dan Legal

Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP Pakai Saluran Resmi dan Legal

Tekno | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:55 WIB

Bukti Transfer Diserahkan ke KPK, Aliran Dana Kasus Blueray Cargo Diklaim Tak Bisa Disangkal

Bukti Transfer Diserahkan ke KPK, Aliran Dana Kasus Blueray Cargo Diklaim Tak Bisa Disangkal

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:54 WIB

Cek Fakta: Pemprov Sulsel Naikkan Pajak Kendaraan Bermotor? Ini Penjelasan Bapenda

Cek Fakta: Pemprov Sulsel Naikkan Pajak Kendaraan Bermotor? Ini Penjelasan Bapenda

Sulsel | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:52 WIB

Anti Basic! 4 OOTD Luxury City Boy ala Wooyoung ATEEZ yang Edgy Maksimal

Anti Basic! 4 OOTD Luxury City Boy ala Wooyoung ATEEZ yang Edgy Maksimal

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50 WIB

Barisan Mahasiswa Pecah, Kobaran Api di Depan Grahadi Jadi Penutup Aksi

Barisan Mahasiswa Pecah, Kobaran Api di Depan Grahadi Jadi Penutup Aksi

Jatim | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:43 WIB

Executive Talk: Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Executive Talk: Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni

Video | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bukan Sekadar Smart TV, 2026 LG Jadikan AI Otak Seluruh Perangkat Rumah Tangga

Bukan Sekadar Smart TV, 2026 LG Jadikan AI Otak Seluruh Perangkat Rumah Tangga

Tekno | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:36 WIB

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Kasatgas PRR Tegaskan Hibah Antar Daerah Harus Tuntas Pekan Depan Demi Percepatan Pemulihan

Kasatgas PRR Tegaskan Hibah Antar Daerah Harus Tuntas Pekan Depan Demi Percepatan Pemulihan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:33 WIB

Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya

Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya

Lifestyle | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:33 WIB