PURWOKERTO.SUARA.COM- Pernahkah kalian merasa sangat malas untuk berangkat sekolah atau pun berangkat kerja? Dan pada akhirnya kalian ijin karena sakit agar tidak berangkat.
Sebagian besar orang mungkin pernah mengalami hal ini demi menghindari situasi yang kurang menyenangkan bagi mereka.
Tapi tahukah kamu, kalau orang yang sering pura-pura sakit dan menunjukkan suatu gejala penyakit tertentu secara sengaja merupakan sebuah gangguan dalam hal psikologis?
Menurut situs National Health Service Inggris, kondisi psikologis dimana seseorang berpura-pura sakit atau menunjukkan gejala penyakit tertentu secara sengaja disebut sebagai sindrom Munchausen.
Sindrom ini ada beberapa jenis, dan pada beberapa kasus gejala yang ditunjukkan sangat sulit untuk diidentifikasi secara langsung karena terlihat sangat natural. Namun tetap saja ada berbagai perilaku menyimpang yang bisa menunjukkan bahwa seseorang menderita sindrom Munchausen.
Mereka yang menderita sindrom Munchausen akan menunjukkan beberapa perilaku aneh misalnya berpura-pura menunjukkan gejala menderita penyakit psikologis maupun penyakit fisik.
Contohnya, seorang yang menderita sindrom Munchausen akan berperilaku seolah-olah melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, hingga terlihat seolah-olah sedang kesakitan di bagian dada maupun perut.
Perilaku lain yang mungkin saja dilakukan oleh mereka yang menderita sindrom Munchausen adalah manipulatif. Pada beberapa kasus terparah, mereka sengaja menunjukkan gejala penyakit tertentu sehingga dokter akan menyarankan perawatan medis seperti operasi, padahal sebenarnya mereka pun tahu bahwa hal tersebut tidak dibutuhkan.
Berikut dua hal yang menyebabkan seseorang mengalami sindrom Munchausen:
1.Trauma yang terjadi di masa kecil
Baca Juga: Sinopsis Drama Terbaru Lee Do Hyun, Bad Mom Drama Komedi yang Menyentuh Hati
Kejadian atau peristiwa besar yang dialami saat masih anak-anak memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk kehidupan mereka di masa depan.Seperti halnya sindrom Munchausen ini, kondisi tersebut ternyata bisa disebabkan karena trauma masa kecil yang pernah dialami oleh seseorang misalnya, sering mendapat perlakuan atau kata-kata kasar dari orangtua.
Perilaku kasar dari orangtua bisa membuat anak trauma dan mendorong mereka untuk pura-pura sakit dengan tujuan agar merasa penting dan diperhatikan. Seiring dengan bertambahnya usia, mereka akan berusaha untuk melakukan hal yang sama yaitu berpura-pura sakit untuk bisa mendapatkan tujuan yang mereka inginkan.
2.Memiliki gangguan kepribadian
Faktor lain yang menyebabkan terjadinya sindrom Munchausen adalah memiliki gangguan kepribadian. Ada tiga jenis gangguan kepribadian yang dipercaya membentuk sindrom Munchausen ini diantaranya, antisocial personality disorder, borderline personality disorder, hingga narcisstic personality disorder.
Ketiga gangguan kepribadian tersebut diketahui menjadi faktor pendukung dari perilaku seseorang yang sering menunjukkan bahwa dirinya seolah-olah sedang sakit, padahal dia tahu bahwa hal tersebut cuma pura-pura.